Selaraskan Kelestarian Hutan dan Pemenuhan Ekonomi Peladang Tradisional Melalui Sosialisasi Pencegahan Karhutla

SINTANG , MEDIARESTORASI.COM – Upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Sintang terus digalakkan. Hal ini dilakukan guna melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Sintang. Salah satunya melibatkan kepolisian dan stakeholder lainnya.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengatasi permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan, salah satunya menggelar sosialisasi penanganan dan pencegahan Karhutla dengan seluruh stakeholder yang ada. Kegiatan dilaksanakan di halaman kantor PT. Kencana Alam Permai Dusun Tapang Pulang Desa Riam Kempadik Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Hadir menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tersebut, Kasi Humas Polsek Sepauk, Aipda H. Panjaitan, Kepala Desa, yang di ikuti Ketua Adat, Temenggung, dan warga masyarakat dari 15 desa yang berada di sekitar perusahaan DSN Group, baik dari wilayah Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak.

Menurut Aipda H. Panjaitan, Sosialisasi ini penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, dalam rangka menyukseskan program langit biru di Kabupaten Sintang.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak seluruh pihak terkait, khususnya pemuka masyarakat agar mengendalikan pembukaan ladang oleh masyarakat di desanya masing-masing, sehingga program langit biru yang dicanangkan pemerintah dapat terwujud,” ungkap Panjaitan.

Dirinya menjelaskan bahwa, objek Peraturan Gubernur atau Pergub Kalbar, adalah Peladang, yaitu orang atau petani yang melakukan budidaya di ladang sebagai mata pencaharian hidupnya. Sedangkan sebagai subjeknya, lebih menitikberatkan kepada Kepala Desa dan Pengurus Adat di desa tersebut.

“Di dalam pasal 6 ayat (2) Pergub, masyarakat wajib untuk membuat sekat bakar sekeliling lahan untuk menghindari api menyebar ke lahan sekitarnya, menyediakan alat pemadam api, menyampaikan pemberitahuan kepada para pemilik lahan sekitar, pelaksanaan secara bergiliran yang diatur oleh Kepala Desa,” kata Aipda Panjaitan.

Pihaknya berharap para kepala desa, ketua adat, dan para temenggung serta masyarakat lebih memahami peraturan cara berladang yang berbasis kearifan lokal.

(Chris)

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa