Kadis Parawisata Lutra: Kaum Millenial Pelaku Pengembangan Parawisata

LUTRA (SULSEL), Mediarestorasi.com – Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Luwu Utara(Lutra), Sulawesi-Selatan (Sulsel), meminta generasi milenial tidak sekadar melancong, hura-hura tapi turut serta mempromosikan pariwisata di Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Lutra.

Hal ini diutarakan Kadis Parawisata dan Kebudayaan Lutra, Drs. Yasir Taba, M.Kes, Apt kemarin, Jumat(23/8/2019) sore dihadapan pemuda-pemudi millenial Bumi Lamaranginang di area bantaran sungai bendung Baliase, Kecamatan Mappedeceng.

Yasir Taba menjadi narasumber pada dialog pemuda dan keparawisataan yang dihadiri kurang lebih 500 peserta Kemah Ceria dari 39 Kelompok Koalisi Pencinta Alam Lutra.

“Pada Dialog Pemuda dan Kepariwisataan di bantaran sungai bendung Baliase tersebut, Yasir Taba membeberkan tahun ini Pemerintah Daerah telah membangun Tourism Information Center(TIC) untuk meningkatkan pelayansn informasi terhadap wisatawan lokal maupun mancanegara, dengan Dana Alokasi Khusus(DAK) dan satu kolam berukuran 11×29 meter dilokasi tempat wisata air pana Pincara di Kecamatan Masamba,” ucapnya.

“Untuk itu para kawula muda atau kaum millenial adalah pelaku pengembangan parawisata dan saya mengajak kalian yang hadir saat ini untuk berperan aktif sebagai penikmat sekaligus untuk pelaku mempromosikan destinasi wisata yang ada di Bumi Lamaranginang,” tutur Yasir Taba, seraya menambahkan kedepannya Pemda terus berbenah untuk meningkatkan jumlah para wisatawan, yang tentunya juga diharapkan adanya peningkatan pendapatan asli daerah.

“Sekadar diketahui saat ini PAD Luwu Utara telah mencapai 90% dari target yakni Rp.150 juta dan dalam paripurna perubahan anggaran ditambah Rp.50 juta, semoga dapat tercapai,” harap Yasir Taba.

Kadis Parawisata dan Kebudayaan Lutra ini mengatakan, Tourism 4.0 tidak bisa lepas dari kaum milenial dan digital. Maka dia ingin keterlibatan generasi milenial ini diharapkan bukan lagi hanya sebagai penikmat wisata, tapi sebagai pelaku pengembangan destinasi wisata.

“Generasi milenial dan 70% wisatawan melakukan search and share via digital. Pariwisata kita bisa naik pertumbuhannya karena kita go digital. Digital merupakan sebuah keniscayaan,” ujar Yasir Taba pada media, Sabtu(24/8/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten I Pemda Lutra yang juga mantan Kadis Pemuda dan Olahraga. Menurut Jumal Jayair Lussa pesatnya perkembangan industri pariwisata membuka kesempatan generasi milenial untuk terlibat langsung bukan hanya sebagai wisatawan, bukan hanya sebagai Objek tapi sebagai Subjek di Bumi Lamaranginang ini.

“Untuk ke depannya, generasi millenial diharapkan bukan hanya menjadi penikmat atau wisatawan tapi juga pelaku,” ujar Jumal Lussa asisten I.

Wisatawan millenial memang memiliki kekuatan yang cukup baik di dunia pariwisata, karena mereka jumlahnya besar dan aktif di dunia maya, tapi belum dilayani dengan baik.

“Untuk menarik wisatawan millenial, ada tiga hal yang menjadi fokus utama yakni, mengkurasikan event milenial untuk (CoE), destinasi yang ramah untuk kaum milenial atau millennial friendly, serta TVC millennial,” pungkas Jumal Lussa, asisten I Pemda Lutra.(yus)

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum