Bukit Perra’ Destinasi Wisata Baru Di Mamasa

MAMASA, MEDIARESTORASI.COM — Bukit Perra’ sesuai location based altimeter berada pada koordinat 2•56’21″S, 119•20’21″E dengan ketinggian 1489 Mdpl merupakan, sebuah kawasan destinasi wisata baru yang terletak di Dusun Rantelemo, Desa Bumbun Batu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar.

Tempat wisata baru ini menjadi pilihan destinasi menarik di Kabupaten Mamasa yang terkenal dengan wisata pegunungan dengan panorama alam yang instagramable dan sejuk. Tempat ini merupakan spot selfi dengan backgroud panorama alam yang mencakup 5 Kecamatan secara sempurna tanpa penghalang yakni Kecamatan Mamasa, Tawalian, Sespa, Balla dan Tandukkalua.

Pada hari Selasa, 5 November 2019 bertempat dipuncak bukit Perra’, Rantelemo, diatas bangunan panggung seluas sekira 7 x 15 meter yang merupakan satu-satunya bangunan yang sudah berdiri dikawasan ini, aspek utama destinasi ini seperti fasilitas, infrastruktur dan daya tarik destinasi ini menjadi topik diskusi bersama Kades Bumbun Batu, Puala’bi bersama jajaran, BPD Desa Bumbun Batu, Camat Mamasa, Abd. Rahman, Kadis Pariwisata, AgustinanToding, Kabid Destinasi dan Kabid Promosi pada Dispar Kabupaten Mamasa, Tim Inovasi Desa dan masyarakat Bumbunbatu sebagai langkah awal membangun destinasi baru ini.

Kepala Desa Bumbun Batu, Puala’bi mengatakan, Kawasan Destinasi ini kedepan diharapkan bisa menjadi kawasan agrowisata. Oleh karena itu pihaknya berharap seluruh stakeholder memberi dukungan. Dikatakannya, dukungan Pemerintah Kecamatan, Pemda Mamasa, Pemprov Sulbar dan dunia usaha akan menjadi kunci sukses mengembangkan destinasi baru ini.
—-
Menuju Puncak Bukit Perra’, Destinasi Wisata Baru di Mamasa.
—-
Saat laman ini menerima telpon dari salah satu Tim Inovasi Desa Kecamatan Mamasa, mengundang untuk mengikuti diskusi yang digelar dipuncak bukit Perra’, tim kebetulan sedang berada disekitar Kota Mamasa. Tanpa banyak bertanya, tim bergegas menuju lokasi mengikuti jalur lewat poros Mamasa-Malabo, sampai di Karangan Kalua’ tepatnya di Jembatan, tim belok kanan menyeberangi jembatan tersebut menuju Buntutille lewat jalan yang dibeton. Di Buntutille, tim kemudian diarahkan menuju kampung Rantelemo.

Tiba di Kampung Rantelemo, tim diberi dua opsi, mau jalan kaki menuju puncak sejauh kurang lebih 1 KM atau mau memicu adrenalin dengan mengendarai sepeda motor melewati tebing dengan jalan setapak. Tim memutuskan untuk mendapatkan lonjakan adrenalin dengan menggunakan sepeda motor.

Benar saja, disepanjang perjalanan tanjakan kurang lebih 500 meter, tim laman ini seperti mendapat dorongan energi sebabnya karena tegang mengikuti jalur tanjakan yang hanya pas dilewati ban motor hingga akhirnya tiba di area dimana tim menemukan banyak motor terpakir. Merasa cukup mendapat lonjakan adrenalin, tim akhirnya memutuskan parkir motor dan berjalan kaki.

Ditempat parkir motor, Puncak bukit Perra’ masih sejauh kurang lebih 500 meter. Dengan berat badan 65 Kg, tim mulai berjalan kaki dan bisa tiba dipuncak bukit Perra’ tanpa merasakan capek walaupun lemak nampak terbakar, sebabnya, sepanjang perjalan jalur pejalan kaki tim sangat menikmati panorama alam yang sangat indah.

Dipuncak, yang pertama kali tim laman ini lihat adalah sebuah bangunan berbahan baku kayu seperti rumah panggung 1/2 dinding yang berukuran kurang lebih 7×15 meter yang bisa memuat 100 orang jika dalam posisi tidur. Tim juga melihat sejumlah anak berumur paling kecil sekitar 4 tahun yang katanya berjalan kaki dari kampung Rantelemo.

Tim laman ini terdiam kagum atas keindahan panorama alam yang terbentang 360 derajat secara sempurna, dengan pemandangan nyaris tak terhalang.

Pandangan pertama diarahkan ke gunung Mambulillin yang berdiri megah, berputar searah jarum jam melihat keindahan terasering persawahan di kampung Taupe dan Pa’la’, Villa Edelweys dan objek wisata Sawo Tondok Bakaru sangat jelas, Lambanan, Gereja Masko dan Aula GTM sangat jelas, sayangnya Mesjid Agung dan Lapangan terhalang kampung Lope, Kantor DPRD sangat jelas dan indah, kantor Kejaksaan sangat jelas dan indah, SMK Talenta sangat jelas, Pasar Barra-barra dan Kantor Dinas PU sangat jelas, Komplek perumahan Salukodo kediaman Wabup sangat indah, sejumlah perkampungan di 5 Kecamatan nampak sangat indah, RSUD Kondosapata terlihat, Menara Telekomunikasi di Tandukalua nampak menjulang tinggi, Buntu Mussak di Balla terasa sejajar dengan tempat tim berdiri di puncak Perra’, hambar hutan yang indah dan sudah sangat dekat disebelah barat puncak Perra’ dan akhirnyq kembali berhadapan dengan megahnya gunung Mambulillin. Sebuah kenangan wisata yang dilihat danndirasakan oleh tim laman ini saat diundang menghadiri diskusi pengembangan distinasi ini.

Dan ketika tiba waktunya untuk kembali, setelah melewati kampung Rantelemo, tim mengambil arah jalan ke kiri dan ternyata tim melewti kampung Osango selanjutnya menyeberangi jembatan Turunan dan sampai ke jalan poros menuju Kota Mamasa.

Sekedar informasi, berdasar keterangan warga dusun Rantelemo, sepanjang destinasi ini dibuka baru satu orang dengan motor jenis trail yang bisa tembus ke puncak bukit ini dengan kendaraan selebihnya sampai dengan jalan kaki.

Tantangan medan bagi pencinta trail 🙂

Kesan tim laman ini, Bukit Perra’ adalah Puncak sejuta pandang. Penasaran? Kunjungi! (Leo/MdB)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum