Ini Peringatan Tegas Bagi CPNS di SBT Yang Ingin Pindah

BULA (MALUKU), Mediarestorasi.com – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kabupaten Seram Bagian Timur yang lulus seleksi pada tahun 2018, diingatkan agar tidak mengajukan permohonan pindah ke daerah lain. Bila pindah sebelum batas waktu, statusnya sebagai CPNS atau ASN akan dihapus.

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten SBT, Saiful Rumodar mengatakan, peringatan itu perlu disampaikan mengingat pihaknya mendapatkan informasi, ada sejumlah CPNS yang ingin mengajukan pindah tempat tugas di daerah lain.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada beberapa CPNS yang ingin mengajukan pindah tempat tugas,”kata Saiful Rumodar, Selasa (6/8/2019).

Rumodar menjelaskan, bagi CPNS yang ingin mengajukan pindah tempat tugas sebelum menjalani tugas sebagai Apararur Sipil Negara (ASN) selama 20 tahun sesuai syarat yang ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara serta syarat 20 tahun pengabdian sesuai kesepakatan semua BKDPSDM, nama CPNS tersebut akan dihapus dari data base.

“Maka data terkait pengangkatan sebagai CPNS atau ASN akan di hapus pada data base, berarti status PNS akan hilang,”tegasnya.

Pentingnya peringatan tersebut juga mengingat formasi yang dilamar para CPNS adalah kebutuhan di daerah ini serta melalui upaya yang tidak mudah untuk direstui Kemenpan-RB dan BKN.

“Jadi, bila hanya datang untuk test dengan niat setelah itu pindah, saya sarankan lebih baik berpikir sebelum melamar pada  daerah itu,”ujar Rumodar.

Sebelumnya kabupaten SBT mendapatkan jatah 323 kuota CPNS saat seleksi  melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) pada tahun 2018 lalu.

Dari jumlah kuota tersebut, sebanyak 173 kuota diantaranya tenaga guru serta sebanyak 89 kuota tenaga kesehatan. Sementara 60 kuota lainnya adalah tenaga teknis.

Berdasarkan hasil seleksi CAT pada semua tahap, sebanyak 220 CPNS dinyatakan lolos seleksi, selanjjtnya diproses untuk diangkat menjadi ASN.

Dari 220 CPNS yang lolos seleksi tersebut sebanyak 220 CPNS diantaranya telah menerima Surat Keputusan (SK) yang diserahkan secara simbolis oleh bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas pada pertengahan Juli lalu. Sementara dua CPNS lainnya belum menerima SK karena terkendal ijazah terakhir mereka belum dimasukkan.

“Selama satu tahun kedepan anda akan tetap berstatus sebagai CPNS, sampai lulus pada diklat prajabatan  dan diangkat menjadi PNS sepanjang telah memenuhi kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku,”kata Abdul Mukti Keliobas saat menyerahkan SK CPNS tersebut.

Keliobas menegaskan, setelah menerima SK tersebut, ada kewajiban yang harus dilaksanakan. Para calon abdi negara dan abdi masyarakat itu harus dapat menunjukan loyalitas dan kemampuan kerja yang baik dan yang utamanya adalah masalah disiplin waktu.

“Sehingga, saya berharap dapat menjadi indikator meningkatnya pelayanan, baik pada pelayanan kesehatan maupun peningkatan mutu pendidikan guna mencapai indeks pembangunan manusia di SBT,”harap Keliobas.(MB/RA)

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa