Coklit Di Lokasi Pengungsian Banjir Bandang, KPU Lutra Lakukan Ini

SULSEL (LUTRA), MEDIARESTORASI.COM – Tidak semua proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data warga oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bisa dilakukan dengan mudah, khususnya di lokasi pengungsian korban banjir bandang Masamba.

Seperti yang terjadi saat Coklit dilakukan di Desa Radda dan Desa Meli di Kecamatan Baebunta. Begitu pula di Kelurahan Bone, Kelurahan Bone Tua, dan Desa Maipi di Kecamatan Masamba, serta di Desa Sabbang, Desa Malimbu, dan Desa Salama Kecamatan Sabbang.

Komisioner KPU Lutra Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Supriadi Halim, kepada media ini, Jumat (7/8/2020), mengatakan, proses Coklit harus tetap dilakukan termasuk terhadap warga yang sekarang tinggal di lokasi pengungsian. Waktu pelaksanaannya hanya 30 hari, terhitung sejak 15 Juli 2020 – 13 Agustus 2020.

“Kami pihak KPU Lutra memfasilitasi dokumen warga yang sudah hanyut diterjang banjir bandang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lutra,” kata Supriadi Halim.

Sementara itu Komisioner KPU Lutra Divisi Teknis yang juga Korwil Baebunta dan Baebunta Selatan, Hayu Vandy P, mengatakan, yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Baebunta adalah, Desa Meli dan Desa Radda.

Dijelaskan, di Desa Radda terdapat 7 dusun dengan 8 TPS, jumlah pemilih 3.731 dari 1.576 KK. Yang sudah dicoklit 0,46 persen. Sekarang masih terus dilakukan pendataan.

Sedang di Desa Meli, terdapat 4 dusun yang terdampak yakni, Dusun Manangi, Pebata, Kamiri, dan Dusun Sandana. Pemilih yang akan dicoklit 1.195 orang yang tersebar di tiga TPS dengan jumlah KK 471. Prosesnya di TPS I dan TPS II hampir rampung. Khusus untuk TPS III di Dusun Manangi, petugas akan mencari warga di pengungsian.

Hayu Vandi mengaku sudah menerima data jumlah rumah rusak dan tidak dapat dicoklit. Itu sudah dilaporkan ke KPU RI, untuk meminta petunjuk dalam proses coklit yang tinggal 6 hari lagi selesai.

(yus)

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa