Buron Selama 10 Tahun, Terpidana Kasus Korupsi 41 M Berhasil Ditangkap di Sarudu

PASANGKAYU, MEDIARESTORASI.COM – Setelah buron selama 10 tahun Abd. Makmur ditangkap dan langsung dijebloskan ke LP Mamuju, Sulbar. Abd. Makmur merupakan salah satu debitur kredit fiktif yang terlibat dalam pembobolan bank BPD Sulsel cabang Pasangkayu, sebesar Rp 41 miliar.

Abd. Makmur merupakan salah satu dari 9 orang yang di vonis bersalah pada kasus Pembobolan BPD Sulsel cabang Pasangkayu, 2004 silam.

Modus para tersangka, yakni membuat permohonan kredit kerja jasa kontruksi ke BPD Sulsel. Proyek itu di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat. Kredit fiktif itu dibuat atas nama 22 orang, dengan puluhan perusahaan fiktif. Bahkan ada salah satu pemohon kredit memiliki 42 CV dan mendapatkan kucuran Rp 12 miliar.

Ironisnya permohonan kredit fiktif itu tidak dilakukan dengan ketat sesuai prosedur. Seperti peninjauan ke lokasi proyek penjamin untuk memastikan kebenaran jaminan itu.

Meski tidak sesuai prosedur, Pengucuran kredit tetap dilakukan pihak BPD tanpa melalui rapat Loan Commitee. Rekayasa berkas sedemikian rupa itu berhasil lolos dan uang kas bank bobol.

Pembobolan ini belakangan terungkap dan komplotan ini diadili, termasuk Abd. Makmur. Makmur di vonis 4 tahun penjara namun Makmur melarikan diri dari tanggung jawab hukum. Setelah 10 tahun buron, akhirnya Makkur ditangkap pada Sabtu (18/7/2020) malam, di Rumahnya di Dusun Tanamoni, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu.

Dari total komplotan pembobol Bank BPD Sulsel yakni 9 orang. Jaksa baru menangkap 3 orang dan sisanya masih berkeliaran.

Yunus

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa