TERKAIT DUGAAN PENYALAGUNAAN DANA BOS, LSM LAPOR KE POLRES NIAS

GUNUNGSITOLI (SUMUT), MEDIARESTORASI.COM – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Kinerja Aparatur Negara Gunungsitoli meminta Polres Nias menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi di SDN, 076674 Orahili tanõsae’ö  pada tanggal 27 Juli 2017 lalu.

” Kita telah melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan dana bos di SD 076674 Orahili tanõsae’ö  pada tanggal 27 Juli 2017 lalu di Polres Nias dengan laporan kami nomor 015/DPC LSM- PERKARA/K.GST/VII/2017, Tetapi sampai saat ini belum ada menerima hasil penyelidikan dari Polres Nias,”, kata ketua DPC LSM  PERKARA kota Gunungsitoli Afdika Permata Lase ketika ditemui di kota Gunungsitoli, Kamis( 25/4).

Berdasarkan hasil investigasi LSM PERKARA Gunungsitoli di SDN 076674 Orahili tanõsae’ö Afdika mengatakan bahwa banyak ditemukan kejanggalan- kejanggalan pada pengelolaan dana BOS pada semester II Tahun 2014/2015 dan pada semester I Tahun 2015/2016 yang diduga dilakukan oknum mantan kepala Sekolah berinisial FZ.

” Pada RKHS (Rencana kegiatan dan anggaran sekolah) dalam Pengadaan ATK ada 35 item yang harus dibelanjakan, namun masih ada beberapa item yang belum dibelanjakan atau belum terlaksana tapi justru memuat harga yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya, guna memenuhi jumlah pemakaian anggaran (penggelembungan harga) di antaranya rehabilitas jamban/wc guru namun kenyataanya belum terlaksana sama sekali tapi jasa servis/upah tukang sudah dibayarkan, sedangkan yang dikerjakan hanya bagian yang tersumbat pada saluran wc.” Katanya

hal ini Afdika menuturkan biaya makanan dan minuman ringan guru setiap hari diduga direkayasa dan terjadi penggelembungan harga,  biaya pembayaran rekening listrik direkayasa,

“Bukan Itu saja beberapa item Rencana anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah( RAPBS) diduga belum terlaksana yakni biaya pengembangan sarana dan prasarana sekolah, biaya pengembangan standart proses belum terealisasi” Tuturnya

Lanjut Afdika Kami juga melihat kepala sekolah dan bendahara memiliki hubungan keluarga dekat (saudara kandung) dengan demikian ini sangat di khawatirkan terjadinya KKN karena dugaan keras dan  merugikan uang Negara atas perbuatan oknum kepala sekolah. Kami mengharapkan kepada polres Nias untuk menindaklanjuti kasus kami ini yang dimana sudah hampir setahun sejak kami laporkan, belum pernah kami menerima SP2HP terkait laporan tersebut. Tutup Afdika (AF lase)

Bagikan:

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa