OKNUM ISTRI KADES ATUALUO TERKESAN TIDAK MENGHARGAI PERINGATAN HARI KARTINI

NIAS, Mediarestorasi.com – Hari Kartini adalah hari yang diperingati bertepatan dengan hari kelahiran Pahlawan Kemerdekaan Nasional Raden Ajeng Kartini (RA Kartini) pada tanggal 21 April setiap tahun sejak tahun 1964 oleh seluruh rakyat Indonesia. Tujuan peringatan Hari kartini adalah untuk mengenang dan menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di era modern dalam berbagai peran dan bidang.

RA. Kartini sangat dikenang dalam perjuangnan khususnya dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang. Perayaan ini selayaknya mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender. Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada tanggal 2 Mei 1964 yang didalamnya juga memuat penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional

Dihari yang istimewa ini justru salah seorang istri kepala desa Atualuo Kecamatan Ma’u Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara, Marhenda Wati Guli, S.Pd justru terkesaan tak menghargai hari besar kelahiran pahlawan Nasional Raden Ajen Kartini. pasalnya Marhenda Wati tidak terlihat memakai Baju Batik Kebaya seperti istri kades lainnya yang hadir dalam peringatan ulang tahun RA Kartini.  Sikap ini bertentangan dengan ketentuan TP.PKK Kecamatan Ma’u yang mewajibkan istri kades memakai Kebaya Batik.

Sesuai perintah dari Ketua TP. PKK Kecamatan Ma’u Kabupaten Nias mengatakan bahwa seluruh istri kepala desa se kecamatan Ma’u harus diwajibkan memakai baju kebaya kartini dalam memperingati hari besar pahlawan Nasional RA. Kartini. Melihat penampilan Marhendawati salah seorang masyarakat di kecamatan Ma’u yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa, “itulah bodonya marhenda wati Gulö dikirain acara tersebut acara keluarga bapaknya sehingga dia seenaknya membuat atauran sendiri”.

Ketika awak media mengkonfirmasikan hal tersebut kepada ketua TP. PKK melaui via seluler kecamatan Ma’u kabupaten Nias, beliau tidak memberi respon.(team)

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa