Program Pengadaan Bagang dan Air Bersih di Sorot Warga Boyongpante2

MINSEL, MEDIARESTORASI.COM – Masyarakat Boyongpante 2 merasa kecewa dengan adanya pengelolaan Dana Desa dalam pembuatan Bagang dan sarana air bersih Tahun Anggaran 2019. Pasalnya pembangunan air bersih dan pembuatan bagang tersebut tidak menyentuh ke warga.

Rasa kecewa itu di ungkapkan masyarakat boyongpante 2 (LK) Dan (VD) kepada mediarestorasi.com menyampaikan bahwa, mereka benar-benar merasa sangat kecewa dengan adanya pembuatan bagang serta sarana Air bersih yg pda dasarnya tidak sampai menyentuh pada kesejahteraan masyarakat desa boyongpante 2.

“Kami sangat berharap, setiap penggunaan anggaran Dana Desa yang di kelola pemdes dengan program yang buat benar-benar menyentuh kesejahteraan masyarakat boyongpante 2” kata nelayan (LK)¬† kepada Wartawan Media Restorasi. 04 Desember 2019.

Pembuatan bagang yang dibuat pengelola tidak dirasakan oleh kelompok nelayan yang ada di boyongpante 2, bahkan sampai saat ini bagang tersebut hanya di biarkan bgtu saja sampai sudah mengalami kerusakan.

Begitu juga dengan pembuatan air bersih, semenjak dibuat sampai skrng tidak menyentuh pada kesejahteraan masyarakat, di karenakan tidak ada penyaluran air kerumah-rumah warga ke desa boyongpante 2.

Beberapa masyarakat menekankan bahwa apa yang di bangun oleh pemerintah desa dgn TPK itu hanya mubasir dan terkesan membuang-buang dana dengan percuma, karena sama sekali tidak memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat Boyongpante 2.

Terkait hal itu, masyarakat meminta kepada pihak yang terkait untuk meninjau kembali pekerjaan yang sudah di buat dengan menggunakan anggaran DD tersebut.

Saat dikonfirmasi pejabat hukum tua Boyongpante 2, Yoel Paisa, membenarkan bahwa, Bagang yang sudah dibuat tersebut, menelan anggaran dana sebesar Rp. 30.000.000.

Menurut Hukum Tua, Yoel Paisa, Bagang itu dibuat atas permintaan kelompok nelayan. hlHanya sampai sekarang, bagang tersebut  belum memberi dampak kepada kelompok nelayan yang ada di Boyongpante 2, di karenakan kelompok nelayan masih blm terbentuk untuk di serahkan.

Padahal BPD sudah mengusulkan, agar sebelum bagang dibuat agar terlebih dahulu membentuk kelompok. Hanya hingga pelaksanaannya kelompok belum terbentuk.

Maka dari itu, BPD mengusulkan agar bagang tersebut di serahkan ke BUMDES untuk mengelolahnya. Hukum tua juga mengatakan bagang tersebut akan di perbaiki pada bulan Desember ini. (Jemmi)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum