PID Konawe Gelar Pelatihan Kepada 44 KPM Di Amonngedo Terkait Stunting

KONAWE (SULTRA), Mediarestorasi.com – Tim Program Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar pelatihan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) kepada 44 anggota Kader Pembangunan Manusia (KPM) Di Dua kecamatan Yaitu Kecamatan Amonggedo, dan Kecamatan Meluhu,
Pada Rabu (14/08).

Menurut Ketua Tim Koordinator Kabupaten Konawe Irvan Umar.ST. Selaku TA TTG P3MD Kabupaten Konawe, mengatakan, pelatihan diberikan kepada Kurang lebih 40 Orang Yang hadir Anggota KPM dari 22 desa, Di dua kecamatan Yaitu Kecamatan Amonggedo, dan Meluhu, hal terebut dilakukan sebagai salah satu betuk peningkatan kapasitas KPM sebagai pemegan program pencegahan stunting di desa, sementara Pelatihan Stunting ini sudah ke 18 Kali kita Gelar di kabupaten Konawe dan ini sudah yang terakhir.”Ungkap Irvan.

Dimana Pelatihan Stunting adalah wajib dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dalam dana desa tahun anggaran 2019 dan tahun 2020 PMK, dan kegiatan konvergensi stunting menjadi syarat dalam pencairan dana desa tahap ke tiga (3) dan semua kepala desa wajib menganggarkan kegiatan ini serta di bantu oleh karya-karya yang telah dipilih lalu di sesuikan dengan kondisi wilayah.

Lanjut.”Irvan, Selaku Ketua Koordinator Kabupaten mengatakan Kepada Mediarestorasi.com, Bahwa Salah satu tujuan pelatihan pengembangan SDM ini untuk meingkatkan kapasitas terutama membentuk konvergensi dalam menangani masalah stunting yang ada di desa,”Tuturnya.

Irvan Umar juga menerangkan salah satu program yang akan dijalankan oleh KPM yaitu pembentukan forum rumah desa sehat (RSD) yang akan dijadikan sebagai wadah konsultasi untuk mencegah stunting di desa.

“Dari pelatihan ini akan terbentuk forum RDS yang akan menjadi wadah konvergensi stunting termasuk sebagai rumah inovasi pengembangan sumberdaya manusia,” terang Irvan.

Pantauan Mediarestorasi.com-yang turut hadir dalam pelatihan ini Yaitu Tam Sati Sam.SE( Camat) Amonggedo,Dari Dinas Kesehatan Mihar ba satu.,SKM. sebagai Narasumber , koordinator Tim ahli Kabupaten Wawan Supriadi.

“Sementara Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Wawan Supriadi Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), menerangkan, didalam pola kerja KPM tidak bisa berkerja sendiri namun juga harus bekerja dengan kader posyandu, PAUD serta tokoh masyarakat.

“Didalam konvergensi stunting ini KPM tidak hanya bekerja sendiri namun juga harus ada dukungan lain dari kader posyandu, tokoh masyarakat, serta dukungan aparatur desa,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan mengungkapkan anggota KPM dalam setiap tahun harus memberikan laporan konvergensi stunting yang aka dijadikan sebagai peryaratan pecairan dana desa (DD).

“Dan tugas yang terpenting hasil konvergensi stunting harus dilaporkan, karena ini akan menjadi persyaratan pencairan DD tahap ketiga,”Tutupnya. (Sultan)

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum