Saluran Irigasi Kelurahan Kalaserena Dipenuhi Sampah, Antara Tingginya Kebutuhan & Rendahnya Kesadaran Masyarakat

GOWA, MEDIARESTORASI.COM –  zaman dahulu manusia sudah memulai untuk memakai dan mengembangkan sistem irigasi, untuk mempermudah proses pengairan lahan pertanian ataupun perkebunan. Pembuatan saluran irigasi pada suatu daerah merupakan upaya rekayasa teknis untuk penyediaan dan pengaturan air dalam menunjang proses produksi pertanian, dari sumber air ke daerah yang memerlukan serta mendistribusikan secara teknis dan sistematis. Dengan adanya pemberian air yang tepat waktu dan tepat jumlah, diharapkan produksi tanaman akan meningkat.

Ironisnya, tingginya kebutuhan akan distribusi air melalui saluran irigasi itu belum disertai dengan kesadaran masyarakat dalam merawat dan menjaga saluran irigasi yang melintasi daerahnya.
Kondisi itu setidaknya nampak pada saluran irigasi di sepanjang Kelurahan Tamallayang juga Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Kab Gowa, yang sepertinya tidak berfungsi normal untuk mengaliri areal persawahan. Hal itu terjadi karena sejak beberapa bulan terakhir, air di saluran irigasi tersebut tersumbat akibat tumpukan sampah disejumlah titik saluran

Berdasarkan pantauan Tim Investigasi media restorasi Com , Ahad (03/05/2020), sampah yang menumpuk di saluran irigasi yang sumber airnya dari bendungan Bili – bili,Bissua tersebut, berada di Kelurahan Kalaserena Kecamatan Bontonompo Kab Gowa. Anehnya, meski tampak terlihat, namun warga setempat seolah membiarkannya tanpa mau membersihkannya.

Salah seorang warga Kelurahan Kalaserena yang tak ingin namanya di mediakan mengatakan, beberapa bulan sebelumnya, saluran irigasi di Kelurahannya bersih. Bahkan sebelumnya, ketika banyak parit yang sempat menyumbat aliran airnya cukup lebat, selalu ada pihak yang membersihkannya.

Namun sekarang, tepatnya di beberapa bulan terakhir justru saluran irigasi di tempatnya menjadi tempat tersankutnya sampah kiriman ,dari wilayah lain yang akhirnya aliran irigasinya tidak mengalir normal. ”Saya rasa, kalau warga yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan lokasi saluran irigasi memiliki kepedulian yang tinggi, maka tidak mungkin irigasi tersebut tersumbat oleh sampah. Makanya, selama tidak ada yang peduli, maka selamanya saluran irigasi di desa kami tidak akan bisa mengaliri sawah,” ujar warga

Salah seorang petani yang juga tak mau di beritakan namanya di kelurahan Kalaserena menambahkan, karena banyak sampah yang menyumbat saluran irigasi, maka kini sawahnya menjadi sawah tadah hujan. Karena meski memiliki irigasi, tetap saja airnya tidak memenuhi kebutuhan tanaman padi di sawahnya akibat tersumbat sampah. ”Kami tidak bisa berbuat banyak, karena akibat tumpukan sampah yang menyumbat aliran irigasi dikelurahaan kami, maka seluruh areal menjadi sawah tadah hujan,” ucapnya.

Tambahnya,kami sebagai masyarakat dan sejumlah petani meminta kepada warga khusus pemerintah kelurahan Kalaserena untuk segera mengambil langka dan melaporkannya kepada dinas terkait terutama dinas PU,dan juga bukam masalah banyaknya tumpuhkan sampah melainkan sampah tersebut mengeluarka bau yang tidak sedap seingga juga sangat mengangu warga maupun warga yang lewat di sekitarnya apa lagi sekarang ini dalam bulam puasa” tutupnya

(Saparuddin Dr)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum