Dr.Nilal Fauziah.M.KES, Di Duga Tidak Menjalankan P22 Bupati Dan Wakil Bupati Takalar

Takalar(SULSEL)Mediarestorasi.com – Dr.Nilal Fauziah Kepala Dinas Kesehatan (DINKES) menaungi 16 puskesmas sekabupaten takalar di duga tidak menjalankan Program (P22) Bupati dan wakil bupati takalar.

Dimana sala satu P22 bupati dan wakil Bupati takalar menbuka lapangan kerja, namun melihat dari adanya pendaftaran perekrutan kader kesehatan di naungan dinas kesehatan yang  menyebar di 16 puskesmas sekabupaten takalar di duga hanya menambah pengangguran khususnya di bidang kesehatan.

Foto: Dr.Nilal Fauziah.M.KES Kadis Kesehatan Kab.Takalar

 

kepala Dinas Kesehatan Dr.Nilal Fauziah mengatakan kalau tentang pendaftaran perekrutan kader kesehatan dengan acuan permemkes nomor 75 tahun 2014 Tentang penataan ulang tenaga sukarela yang ada di dinas dan di 16 puskesmas, karena terlalu banyak sukarela yang tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

 

Dr.Nilal Fauziah pun mengatakan diruangan kerjanya bahwa sesudah surat Edaran bapak Bupati Takalar tentang ribuan tenaga sukarela diberhentikan di beberapa SKPD di bulan januari tahun lalu, tapi Dinas dan kepala puskesmas memasukkan lagi tenaga sukarela.

 

kata dia sesudahnya melalui proses tes perekrutan kader kesehatan untuk penataan, pastinya ada pengurangan sukarela di setiap puskesmas dan masalah SK nya  nanti SK Dinas, tuturnya

 

Lanjut, kata dia bahwa kami juga akui kalau terlalu banyak kebijakan yang kami ambil baik dari kepala puskesmas, bagaimana tidak karena rata rata titipan, tuturnya Dr.Nilal jum’at 05/04/19

Jumlah keseluruhan dinas kesehatan dan di 16 puskesmas tenaga sukarela sebanyak 996 orang yang mengabdi sampai sekarang, tapi keseluruhannya secara umum 1230 orang pendaftar ikut tes.

Walaupun  mekanisme tidak ada secara terperinci berapa setiap puskesmas nantinya di terima kembali, namun jumlah keseluruhan di dinas kesehatan dan puskesmas sekitaran 600 orang, berarti tenaga sukarela nantinya di kurangi sekitaran 300 orang, akunya Amiruddin selaku panitia perekrutan kader kesehatan.

Sementara Daeng sikki selaku toko masyarakat takalar Mengungkapkan bahwa Seharusnya sebelum Mengadakan dan menbuka penrekrutan kader kesehatan oleh dinas kesehatan yang sedang berlangsung saat ini sangat merisaukan dan membingungkan masyarakat, apalagi kalau dikatakan semua honorer dinas kesehatan dan puskesmas yang lama bekerja dengan suka rela di suruh mendaftar kembali untuk di tes, ini menimbulkan persoalan baru.karena yang jelas sudah bertentangan P22 Bupati dan wakil Bupati takalar.jelas daeng sikki

” Jelas sudah bertentangan P22 Bupati dan Wakil Bupati Takalar Membuka lapangan kerja agar pengangguran berkurang, tapi malah adanya perekrutan tersebut, sudah jelas yang sudah kerja di kurangi, padahal dia kerja suka rela, kita kasihan dengan sukarela yang sudah lama mengabdi selama ini, mudah mudahan pak bupati bisa mencari solusinya. tutupnya dg.Sikki. (Arsyadleo)

Bagikan:

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa