Tingkatkan Keterampilan Perempuan, DWP & SKB Mamasa Kerjasama Gelar Beauty Class

MAMASA, MEDIARESTORASI.COM -Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mamasa bekerjasama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Mamasa menggelar kegiatan Peningkatan Keterampilan Perempuan dengan program Beauty Class (Kelas kecantikan) yang menghadirkan tim pelatih dari La Tulipe Cosmetiques.

Kegiatan ini dihelat di ruang pola Kantor Daerah (8/11) dan dibuka langsung oleh Bupati Mamasa, Dr. H. Ramlan Badawi, MH.

Bupati Ramlan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DWP dan SKB karena telah menggelar kegiatan dalam upaya peningkatan keterampilan dan pengetahuan SDM perempuan di Mamasa. Disebutnya kegiatan ini telah membantu Pemerintah Kabupaten Mamasa, mensukseskan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Mamasa.

Ketua DWP Kabupaten Mamasa, Sumiati Ardiansyah dalam laporannya menyebut bahwa kegiatan yang digelar bekerja sama dengan SKB Mamasa ini adalah kegiatan ke-5 selama kepengurusannya. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan seperti peningkatan ketahanan keluarga yang dikemas dalam bentuk family gathering yang dilaksanakan di Desa Sadar Wisata di Tondok Bakaru, selanjutnya kegiatan dalam bidang sosial budaya berupa penyuluhan bahaya narkoba di SMPN 01 dan SMAN 01 Mamasa bekerja sama dengan BNN Sulbar.

Kemudian kegiatan penanganan stunting dan pemberian makanan tambahan kepada anak-anak sekolah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia pada peringatan Bulan Bhakti IDI di Desa Balla Satanetean serta kegiatan pada bidang pendidikan berupa Seminar Parenting dengan tema mendidika anak sesuai zaman bekerja sama dengan UNM Makassar.

Dijelaskannya, mempercantik diri sudah menjadi fitrinya perempuan. Selain kecantikan paras, kecantikan perempuan juga bisa dalam bentuk tubuh yang sehat, tubuh yang proporsional, perempuan yang berwawasan, perempuan yang cerdas juga adalah perempuan yang cantik dan lebih penting adalah kecantikan dari dalam hati atau inner beauty.

Ketua DWP Kabupaten Mamasa, Sumiati mengatakan, pihaknya membuka diri untuk bekerja sama dengan OPD-OPD lain jika ada yang memiliki program dalam upaya peningkatan kemampuan perempuan, baik itu pendidikan, sosial budaya maupun ekonomi.

Sementara Kepala SKB Kabupaten Mamasa, Musrah Mula mengatakan program yang dikerjasamakan ini adalah merupakan bagian dari implementasi Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) Perempuan yang adalah merupakan ikhtiar memberdayakan perempuan marjinal melalui pendidikan.

Perempuan marjinal merupakan bagian dari masyarakat kurang beruntung yang mengalami masalah dan/atau sangat rentan menerima dampak resiko sosial yang diakibatkan oleh kondisi mereka yang marjinal. Atas dasar pertimbangan tersebut maka pemberdayaan perempuan marjinal melalui PKH Perempuan diarahkan sebagai tindakan yang bersifat
memihak (affirmativa action) yakni untuk menarik atau mengeluarkan perempuan dari keadaan marjinal yang dialami.

Upaya memberdayakan perempuan marjinal melalui PKH Perempuan dan GP3M dirancang untuk mengenali, menggali, dan mengembangkan seoptimal mungkin potensi perempuan pada empat aspek kecakapan
penting yaitu kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional.

Hasil yang diharapkan melalui pembelajaran Program PKH Perempuan adalah perubahan perilaku, yaitu meningkatnya pengetahuan, ketrampilan, dan sikap diri.

Selanjutnya perempuan marjinal mampu menolong dirinya sendiri untuk lebih berdaya dan keluar dari kondisi kemarjinalannya menuju kualitas kehidupan dan tingkat kesejahteraan hidup yang lebih tinggi.

Perempuan marjinal memiliki sejumlah keterbatasan yang membelenggu dan menyulitkan mereka dalam memperoleh, harkat dan martabat hidup yang wajar sebagimana warga masyarakat lainnya. Resiko yang lebih besar yakni adanya kegagalan kelompok ini dalam mempertahankan
diri karena ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan bertahan hidup. Pada keadaan seperti ini negara (pemerintah) wajib hadir untuk mencegah dan membantu kelompok marjinal khususnya perempuan agar sanggup mengatasi keadaan marjinal yang dialami dan menarik mereka keluar dari kemarjinalan. Inilah urgensi Program PKH Perempuan sebagai upaya sistematis pemerintah untuk mengeliminir dampak dan resiko sosial yang lebih besar bagi para perempuan marjinal.

Musrah melanjutkan, tujuan Program
Penyelenggaraan program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan ini
bertujuan untuk:

a. Meningkatkan kualitas kecakapan personal, sosial, keterampilan vokasional, dan intelektual melalui peningkatan kemampuan keberaksaraan perempuan marjinal;

b. Mereduksi potensi dampak resiko sosial kelompok perempuan marjinal melalui diperolehnya keterampilan vokasional sebagai
sarana meningkatkan pendapatan berbasis usaha mandiri atau berkelompok;

c. Memfasilitasi terciptanya situasi yang konduksif bagi perempuan marjinal keluar dari kondisi marjinal yang dialami menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

d. Membangun mental mandiri dan wirausaha untuk pemberdayaan, harkat dan martabat perempuan marjinal. (Leo/MdB)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2345209638922040&id=760925204017166&sfnsn=mo

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum