Dalam Masa Pandemi Covid-19 BPJamsostek Mamasa Bayar Klaim Rp 1,13 M

MAMASA, MEDIARESTORASI.COM – Sebagai warga negara Indonesia, salah satu yang menjadi hak kita adalah mendapatkan jaminan sosial. Sebagaimana namanya, jaminan sosial nasional merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial yang diselenggarakan Negara untuk menjamin kebutuhan dasar seluruh rakyat Indonesia. Jaminan sosial di Indonesia diselenggarakan melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 2004 dengan berlandaskan UUD 1945. Isinya menyatakan bahwa Pemerintah harus terlibat dalam menyejahterakan warga negaranya.

Penggunaan BPJAMSOSTEK menjadi hal sangat penting untuk dilakukan, baik itu bagi para pengusaha atau bagi para karyawan yang bekerja pada mereka. BPJAMSOSTEK akan melindungi berbagai macam risiko dan juga kerugian yang mungkin saja terjadi pada kedua belah pihak tersebut, sehingga hak-hak dan juga kewajiban mereka bisa tetap terjaga dengan sangat baik.

BPJAMSOSTEK memang secara khusus diperuntukkan untuk melindungi mereka yang bekerja dan juga pemilik lapangan kerja itu sendiri. BPJAMSOSTEK akan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang bisa saja terjadi di dalam dunia kerja itu sendiri, sebab produk ini memberi banyak jenis perlindungan di dalamnya.

Berbagai macam risiko tersebut tentu bisa saja datang dan menimpa para pekerja kapan saja dan di mana saja, mengingat angka kecelakaan kerja di Indonesia terbilang sangat besar, artinya selalu ada risiko kecelakaan bagi pekerja di dalam menjalankan tugasnya. Hal-hal seperti inilah yang akan dijamin oleh BPJAMSOSTEK, di mana hak-hak para pekerja tetap bisa didapatkan dengan layak, sebab berbagai risiko di dalam bekerja bisa saja menimpa dan membuat pekerja mengalami sakit, cacat fisik atau bahkan juga kematian. Pada kejadian seperti ini, maka BPJAMSOSTEK akan menjadi solusi bagi pekerja, sebab bagaimanapun juga pekerja tetap harus melanjutkan hidupnya, termasuk juga keluarga dan anak-anaknya (bagi yang memiliki tanggungan).

Sebagian besar pekerja akan merasa sangat perlu dan terbantu dengan adanya perlindungan dari BPJAMSOSTEK, sebab mereka merasa lebih nyaman saat bekerja karena hak-haknya sebagai pekerja dilindungi oleh pemerintah melalui BPJAMSOSTEK.

BPJAMSOSTEK juga dimungkinkan untuk bisa diikuti oleh mereka yang bukan berstatus sebagai seorang pekerja / karyawan dalam sebuah perusahaan. Saat ini program BPJAMSOSTEK juga bisa diikuti oleh para pengusaha, pekerja disektor formal , informal atau sektor mandiri iuran yang dibayarkan untuk sektor penerima upah disesuaikan dengan besaran upah yang dibayarkan oleh pengusaha. sedangkan untuk sektor informal atau Bukan penerima upah besaran iuran minimal sebesar 16.800 rupiah .

Seiring dengan merebaknya pandemik covid 19 maka efek domino yang ditimbulkan salah satunya adalah Pemutusan hubungan kerja ( PHK)  yang mengalami kenaikan secara signifikan .Akibatnya, pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek juga diperkirakan akan naik. Karena perekonomian dalam negeri melesu membuat banyak perusahaan melakukan PHK ,maka salah satu instrumen jaring pengaman sosial bagi mereka yang terdampak PHK adanya program Jaminan Hari Tua ( JHT ) hal ini merupakan salah satu program unggulan BPJAMSOSTEK dimana pekerja yang menjadi peserta dan berhenti bekerja dengan masa tunggu 1 bulan mendapatkan manfaat berupa akumulasi tabungan iuran JHT ditambahkan hasil pengembangan saldo yang dalam trennya selalau diatas bunga deposito perbankan hal ini diharapakan berfungsi sebagai penopang kemandirian akan kebutuhan ekonomi terutama dimasa pandemi covid 19.

Dalam masa pandemi covid 19  BPJAMSOSTEK Cab. Mamasa membayarkan klaim dari 01 Januari 2020 sampai dengan 02 Juni 2020 sebagai berikut :

Jaminan kematian : Rp. 168.000.000 (4 Klaim)

Jaminan kecelakaan kerja : Rp. 1.093.833 (1 Klaim)

Jaminan Pensiun : Rp. 9.583.230 (3 Klaim)

Jaminan Hari Tua : Rp. 953.252.020 (139 Klaim)

Sementara dari sisi keuangan, masyarakat terutama pekerja yang terkena PHK akibat corona tidak perlu khawatir bahwa BPJAMSOSTEK telah menyiapkan dana yang mencukupi untuk membayarkan klaim

Dihubungi, Kepala BPJAMSOSTEK Mamasa, Andi Fajar mengatakan, masyarakat dan pekerja tidak perlu khawatir dari sisi solvabilitas, kemampuan likuditas maupun dana pekerja tetap aman.

“Kami siap membayarkan klaim peserta dan tidak ada masalah pendanaan dalam pengelolaan keuangan BPJS ketanagakerjaan atau BPJAMSOSTEK” terang Andi Fajar.

Lanjutnya, mengantisipasi pengajuan klaim membludak akibat PHK di tengah virus corona, BPJAMSOSTEK akan tetap beroperasi normal dengan mengikuti standar kesehatan misalnya dengan mencuci tangan, penggunaan masker bagi peserta yang datang ke kantor dan pengukuran suhu tubuh disamping itu BPJAMSOSTEK mengeluarkan program  Lapak Asik yang merupakan singkatan dari Layanan Tanpa Kontak Fisik yang diaktifkan sebagai pedoman protokol layanan klaim JHT di kala kondisi pandemi COVID-19. Melalui protokol Lapak Asik, peserta tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup mendaftar via online. Hal ini selain mempermudah peserta, juga berdampak positif pada pemutusan rantai penyebaran virus.

Prosedur pengajuan klaim JHT menggunakan protokol Lapak Asik sebenarnya memiliki mekanisme dan tahapan yang lebih sederhana namun tetap mengedepankan keamanan melalui konfirmasi validitas data peserta.

Dengan protokol ini, peserta dapat menghemat waktu dengan tidak harus datang ke kantor cabang BPJAMSOSTEK seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.

Leo/MdB

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum