Pemrov Sulsel Siapkan 2800 Kuota CPNS 2018, Luwu 355 Soppeng 200

MAKASSAR (SULSEL),MEDIARESTORASI.COM – Jadwal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 rencana akan di buka akhir juli

Hal ini diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur.

Namun menurutnya, waktu penerimaan seleksi CPNS 2018 masih fleksibel, berkaitan dengan penyusunan formasi.

Akan tetapi jadwal penerimaan CPNS 2018 ini masih menunggu rumusan jumlah keseluruhan formasi pasti yang dibutuhkan.

“Rencananya akhir Juli ini, tapi itu kan fleksibel saja ya karena merumuskan formasi itu kan nggak gampang,” ujar Asman, Rabu (11/7/ 2018) di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Terkait hal itu, sejumlah daerah sudah merilis formasi CPNS 2108.

Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan misalnya, pada penerimaan CPNS 2018 akan menerima 533 orang CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu, Sulaiman, kepada tribunluwu.com, dari jumlah itu tenaga pendidik atau guru mendominasi.

“Kami usulkan itu sama dari tahun lalu 533 orang. Yang didominasi tenaga pendidikan atau guru,” jelas Sulaiman saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Sungai Paremang, Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Luwu, Senin (16/7/2018).

Rincian formasi tersebut, yakni 319 orang tenaga pendidikan, 112 orang tenaga kesehatan, dan 102 orang tenaga teknis.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan pastinya pembukaan pendaftaran CPNS tersebut.

Selain itu, usulan formasi tersebut juga belum sepenuhnya diterima oleh Kemen-PAN RB.

“Pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS kita dijanji akan diinformasikan akhir bulan ini. Kita juga tidak tahu nanti, apakah usulan kita diterima semua atau dikurangi,” jelasnya.

Sulaiman juga mengaku saat ini kekurangan pegawai. Sebab, penerimaan CPNS baru kali ini akan dilaksanakan sejak lima tahun terakhir.

Dimana awalnya jumlah PNS di Kabupaten Luwu mencapai 7 ribuan orang, saat ini tinggal 5.901 orang.

Sinjai Butuh 3.124 CPNS

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan membutuhkan 3.124 orang Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Kebutuhan tersebut terhitung 2018 hingga 2022 mendatang.

Untuk memenuhi kuota tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai telah mengusulkan ke Kemenpan RB.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Khaerani Dahlan.

“Kami sudah usulkan kebutuhan CPNS ke Kemenpan RB. Kita butuh 3.124 orang,” kata Haerani Dahlan, Minggu (15/7/2018).

Sayang Pemkab CPNS belum mau merinci formasi CPNS yang diusulkan.

Soppeng Usul 200 CPNS

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Soppeng, A Mahmud mengatakan pihaknya telah mengusulkan formasi penerimaan CPNS ke Menpan.

Total 200 formasi CPNS yang diterima.

“Sudah empat tahun tidak ada penerimaan CPNS. Selama empat tahun, ada 400 lebih PNS Soppeng yang pensiun, dan 200 masuk fomasi CPNS,” tambah A Mahmud, Kamis (28/6/2018).

Sama dengan Soppeng, Pemkab Sinjai juga belum merilis formasinya

Sulsel dan Sulbar Terima 7.026 CPNS

Provinsi Sulsel dan Sulbar memastikan akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

Sebanyak 7.026 kuota formasi telah diusulkan oleh di dua pemerintahan daerah di Sulawesi itu ke Kemenpan RB.

Berdasarkan data yang dihimpun , Pemprov Sulsel mengusulkan 2800 kuota CPNS dan Sulbar mengusulkan 4.226 kuota CPNS

Kepala BKD Sulsel, Ashari F Radjamilo, Rabu (11/7) mengatakan meski belum ada jadwal paten penerimaan CPNS, namun pihaknya telah memasukkan kelengkapan dokumentasi penerimaan CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta.

Ia membeberkan di dalam dokumen itu, telah terlampir kuota yang diusulkan oleh BKD Sulsel.

Sebanyak 2800 kuota yang diusulkan oleh BKD Sulsel.

Kuota yang diusulkan sesuai dengan jumlah pejabat yang pensiun selama diadakannya moratorium rekruitmen CPNS pada tahun 2014 silam.

“Jadi kuota yang kita usul sebanyak dengan jumlah pensiun pegawai kita,” katanya.

BKD Sulsel belum mau merinci soal formasi atau jurusan apa saja yang akan diterima dari jumlah kuota yang diajukan.

Berbeda dengan Sulsel, Sulbar sudah mengeluarkan infomasi terkait formasi CPNS yang akan diterima.

Pendidikan dan kesehatan yang paling banyak. Adajuga formasi lain seperti tenaga fungsional dan Infrastruktur.

Asisten III Bidang Administarsi Umum Sekretarian Daerah Pemerintah Provinsi Sulbar, Jamila, dalam rakor tersebut mengatakan, pengajuan formasi CPNS dilakukan setelah pihak Pemprov Sulbar melakukan koordinasi dengan Menpan-RB.

“Kita sudah melakukan rapat kordinasi beberapa waktu lalu dengan Menpan-RB RI.

Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan perekrutan CPNS tahun 2018 yang memeprioritaskan pendidikan dan kesehatan,”kata Jamila kepada TribunSulbar.com, Minggu  (20/5/2018) lalu

Penetapan usulan formasi CPNS Sulawesi Barat akan dilakukan pada akhir Mei 2018 selanjutnya pada  Juni akan dibuka pendaftaran secara online.

“Pelaksanaan seleksi Juli sampai September 2018 dan pengumuman kelulusan akan diumumkan diakhir September 2018.

Kemudian akan melakukan pemberkasan di BKN pada bulan Oktober,” ujar Jamila.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Provinsi Sulawesi Barat Amujib berharap semua data usulan yang dikirim ke pusat dapat diterima secara menyeluruh.

“Kami berharap semua data usulan yang akan dikirim ke Mempan RB sudah jelas. Sehingga mereka dapat mempertimbangkan apa yang kita usulkan sesuai kuota yang diberikan,”kata Amujib

Berikut daftar formasi CPNS per kabupaten se Provinsi Sulawesi Barat:

Kabupaten Polman : 240 Orang

– Kesehatan : 133

– Pendidikan 127

Kabupaten Mamasa : 220 Orang

– Kesehatan 27

– Pendidikan 187

– Infrastruktur 9.

Kabupaten Mamuju Tengah : 441 Orang

– Kesehatan 95

– Pendidikan 295

– Infrastruktur, jalan, jembatan dan SDA 89

Kabupaten Pasangkayu : 503 Orang

– Kesehatan 180

– Pendidikan 121

– Infrastruktur 222

Kabupaten Mamuju : 2.689 Orang

– Kesehatan 250

– Pendidikan 2.341

– Tenaga fungsional 98

– Tnaga fungsional umum 58

Kabupaten Majene : 133 Orang

– Kesehatan 59

– Pendidikan 36

– Tehnis aministrasi 30.

Jadwal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 rencananya dibuka akhir Juli.

Hal ini diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur.

Namun menurutnya, waktu penerimaan seleksi CPNS 2018 masih fleksibel, berkaitan dengan penyusunan formasi.

Akan tetapi jadwal penerimaan CPNS 2018 ini masih menunggu rumusan jumlah keseluruhan formasi pasti yang dibutuhkan.

“Rencananya akhir Juli ini, tapi itu kan fleksibel saja ya karena merumuskan formasi itu kan nggak gampang,” ujar Asman, Rabu (11/7/ 2018) di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Terkait hal itu, sejumlah daerah sudah merilis formasi CPNS 2108.

Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan misalnya, pada penerimaan CPNS 2018 akan menerima 533 orang CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu, Sulaiman, kepada tribunluwu.com, dari jumlah itu tenaga pendidik atau guru mendominasi.

“Kami usulkan itu sama dari tahun lalu 533 orang. Yang didominasi tenaga pendidikan atau guru,” jelas Sulaiman saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Sungai Paremang, Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, Luwu, Senin (16/7/2018).

Rincian formasi tersebut, yakni 319 orang tenaga pendidikan, 112 orang tenaga kesehatan, dan 102 orang tenaga teknis.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan pastinya pembukaan pendaftaran CPNS tersebut.

Selain itu, usulan formasi tersebut juga belum sepenuhnya diterima oleh Kemen-PAN RB.

“Pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS kita dijanji akan diinformasikan akhir bulan ini. Kita juga tidak tahu nanti, apakah usulan kita diterima semua atau dikurangi,” jelasnya.

Sulaiman juga mengaku saat ini kekurangan pegawai. Sebab, penerimaan CPNS baru kali ini akan dilaksanakan sejak lima tahun terakhir.

Dimana awalnya jumlah PNS di Kabupaten Luwu mencapai 7 ribuan orang, saat ini tinggal 5.901 orang.

Sinjai Butuh 3.124 CPNS

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan membutuhkan 3.124 orang Pegawai Negeri Sipil Daerah.

Kebutuhan tersebut terhitung 2018 hingga 2022 mendatang.

Untuk memenuhi kuota tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai telah mengusulkan ke Kemenpan RB.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Khaerani Dahlan.

“Kami sudah usulkan kebutuhan CPNS ke Kemenpan RB. Kita butuh 3.124 orang,” kata Haerani Dahlan, Minggu (15/7/2018).

Sayang Pemkab CPNS belum mau merinci formasi CPNS yang diusulkan.

Soppeng Usul 200 CPNS

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Soppeng, A Mahmud mengatakan pihaknya telah mengusulkan formasi penerimaan CPNS ke Menpan.

Total 200 formasi CPNS yang diterima.

“Sudah empat tahun tidak ada penerimaan CPNS. Selama empat tahun, ada 400 lebih PNS Soppeng yang pensiun, dan 200 masuk fomasi CPNS,” tambah A Mahmud, Kamis (28/6/2018).

Sama dengan Soppeng, Pemkab Sinjai juga belum merilis formasinya

Sulsel dan Sulbar Terima 7.026 CPNS

Provinsi Sulsel dan Sulbar memastikan akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

Sebanyak 7.026 kuota formasi telah diusulkan oleh di dua pemerintahan daerah di Sulawesi itu ke Kemenpan RB.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Timur, Pemprov Sulsel mengusulkan 2800 kuota CPNS dan Sulbar mengusulkan 4.226 kuota CPNS

Kepala BKD Sulsel, Ashari F Radjamilo, Rabu (11/7) mengatakan meski belum ada jadwal paten penerimaan CPNS, namun pihaknya telah memasukkan kelengkapan dokumentasi penerimaan CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta.

Ia membeberkan di dalam dokumen itu, telah terlampir kuota yang diusulkan oleh BKD Sulsel.

Sebanyak 2800 kuota yang diusulkan oleh BKD Sulsel.

Kuota yang diusulkan sesuai dengan jumlah pejabat yang pensiun selama diadakannya moratorium rekruitmen CPNS pada tahun 2014 silam.

“Jadi kuota yang kita usul sebanyak dengan jumlah pensiun pegawai kita,” katanya.

BKD Sulsel belum mau merinci soal formasi atau jurusan apa saja yang akan diterima dari jumlah kuota yang diajukan.

Berbeda dengan Sulsel, Sulbar sudah mengeluarkan infomasi terkait formasi CPNS yang akan diterima.

Pendidikan dan kesehatan yang paling banyak. Adajuga formasi lain seperti tenaga fungsional dan Infrastruktur.

Asisten III Bidang Administarsi Umum Sekretarian Daerah Pemerintah Provinsi Sulbar, Jamila, dalam rakor tersebut mengatakan, pengajuan formasi CPNS dilakukan setelah pihak Pemprov Sulbar melakukan koordinasi dengan Menpan-RB.

“Kita sudah melakukan rapat kordinasi beberapa waktu lalu dengan Menpan-RB RI.

Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan perekrutan CPNS tahun 2018 yang memeprioritaskan pendidikan dan kesehatan,”kata Jamila kepada TribunSulbar.com, Minggu  (20/5/2018) lalu

Penetapan usulan formasi CPNS Sulawesi Barat akan dilakukan pada akhir Mei 2018 selanjutnya pada  Juni akan dibuka pendaftaran secara online.

“Pelaksanaan seleksi Juli sampai September 2018 dan pengumuman kelulusan akan diumumkan diakhir September 2018.

Kemudian akan melakukan pemberkasan di BKN pada bulan Oktober,” ujar Jamila.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKP) Provinsi Sulawesi Barat Amujib berharap semua data usulan yang dikirim ke pusat dapat diterima secara menyeluruh.

“Kami berharap semua data usulan yang akan dikirim ke Mempan RB sudah jelas. Sehingga mereka dapat mempertimbangkan apa yang kita usulkan sesuai kuota yang diberikan,”kata Amujib

Berikut daftar formasi CPNS per kabupaten se Provinsi Sulawesi Barat:

Kabupaten Polman : 240 Orang

– Kesehatan : 133

– Pendidikan 127

Kabupaten Mamasa : 220 Orang

– Kesehatan 27

– Pendidikan 187

– Infrastruktur 9.

Kabupaten Mamuju Tengah : 441 Orang

– Kesehatan 95

– Pendidikan 295

– Infrastruktur, jalan, jembatan dan SDA 89

Kabupaten Pasangkayu : 503 Orang

– Kesehatan 180

– Pendidikan 121

– Infrastruktur 222

Kabupaten Mamuju : 2.689 Orang

– Kesehatan 250

– Pendidikan 2.341

– Tenaga fungsional 98

– Tnaga fungsional umum 58

Kabupaten Majene : 133 Orang

– Kesehatan 59

– Pendidikan 36

– Tehnis aministrasi 30.

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa