Puluhan Ton Bantuan Bibit Jagung Bima 10 di Tolak Petani

MAMUJU, MEDIARESTORASI.COM – Puluhan ton bantuan bibit jagung merek Bima 10 di tolak petani di Dusun Salueno, Desa Banua Ada, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Penolakan petani ini bukan tampa alasan. Pasalnya bantuan yang di berikan pemerintah berupa puluhan ton bibit jagung merek Bima 10 varietasnya bukan bibit unggul bahkan sudah kadar luarsa (expayer).

“Kita diberikan Bibit yang bukan bibit unggul. Bahkan, sudah kadar luarsa (expayer).” Unkap Irwan anggota Kelompok Tani Sipatuo di Dusun Salueno, Desa Banua ada, kepada Media ini, Sabtu (18/1/2020).

Saya sudah tanam di kebun lanjut Irwan, namun tidak ada yang tumbuh. Malahan kami petani menjadi rugi, karna banyak yang kami biayai di lahan kami. Keluh irwan

Sementara itu Peros Ketua Gapoktan Mesapenawa saat di konfirmasi membenarkan, bahwa puluhan ton bantuan bibit jagung yang di berikan pemerintah Tahun 2019, Varietas Bima 10 di tolak para petani. “Mereka menolak bantuan itu karena varietasnya tidak bagus dan sudah expayer.” Kata Peros.

Di tolaknya bibit jagung tersebut, selain sudah kadar luarsa (expayer), juga yang lebih fatal lagi bibit yang disalurkan tersebut, sudah banyak yang busuk. Dalam penjelasan petani, sebenarnya saat pengusulan lalu, petani meminta supaya jangan di kasih bibit jenis Bima 10, karena varietasnya tidak bagus.

“kami meminta supaya bantuan bibit jagung yang varietasnya bagus, seperti Bisi 18, Pioner, dan Nusantara. Tapi kenyataannya malah bibit Bima 10 lagi yang diberikan. Jelas Peros mewakili kelompok tani.

Laporan : Kiyosi

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum