Menjawab Harapan Masyarakat Tertinggal di Ujung Luwu Utara

MASAMBA, MEDIARESTORASI.COM – Komitmen Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah, untuk membangun wilayah-wilayah yang masih tertinggal di sulawesi selatan rupanya tidak main-main.

Keseriusan Nurdin Abdullah, terlihat jelas dan dirasakan masyarakat Luwu Utara, khususnya masyarakat pedalaman di Seko Dan rampi.

Pada 16 September lalu bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani bersama aparatnya roadshow ke seko dengan mengendarai mobil. Kunjungan mereka ke Seko untuk meninjau langsung proses pengerjaan jalan sekaligus menguji apakah jalan yang dibuka bisa dilalui kendaraan roda 4 atau tidak.

Terkait pembangunan jalan keseko, Gubernur Sulsel  Nurdin Abdullah mengatakan, bahwa pihaknya telah ber koordinasi dengan Bupati Luwu Utara. “Hasil Koordinasi dengan Ibu Bupati Luwu Utara, bahwa jalur menuju Seko tidak membutuhkan waktu 1 hari lagi, bahkan sudah bisa menggunakan kendaraan roda empat”. Jelas Nurdin kepada media ini di Makassar, Kamis (19/9/2019)

Insyaa Allah lanjut Nurdin, pengerjaan jalan menuju daerah terisolir Seko dan Rampi  akan terus dipercepat dan dimaksimalkan. Kita wujudkan percepatan ekonomi dan memaksimalkan pelayanan kebutuhan dasar melalui perbaikan akses jalan. “Mohon doa ta’. Terang Nurdin.

Untuk diketahui, Seko adalah salah satu kecamatan terpencil di Luwu Utara. Berada di dataran tinggi tepat di jalan segitiga mas perbatasan antara Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Seko memiliki luas wilayah 2.109,19 Km2, yang merupakan kecamatan terluas dan terjauh dengan jarak sekitar 136 km dari ibu kota Luwu Utara.

Kecamatan ini dihuni penduduk sekitar 14.000 jiwa yang terdiri dari 12 desa yang semuanya sudah beratatus definitif.

Seko berada pada ketinggian antara 1.113 sampai 1.485 meter di atas permukaan laut dengan topografi sebagian besar wilayah berbukit-bukit dan mempunyai padang sabana.

Sarana transportasi untuk mencapai Seko dari ibu kota kabupaten (Masamba) dapat dilakukan melalui jalur udara dengan pesawat perintis atau jalur darat menggunakan jasa ojek.

Sebelum jalan dibangun oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah, untuk sampai ke Seko dengan menggunakan jasa ojek dapat menghabiskan waktu sampai dua hari karena melalui jalan setapak. Kesulitan untuk menuju Seko menyebabkan ongkos transportasi menggunakan jasa ojek mencapai Rp.1 juta sampai Rp.1,5 juta.

Atas perhatian pemerintah yang telah membangun jalan ke seko, segenap masyarakat yang sejak Indonesia merdeka belum merasakan kemerdekaan akses merasa besykur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah.

“Kami masyarakat seko sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur dan  Bupati Luwu Utara atas terbangunnya jalan ke Seko. Mudah-mudahan ini terus berlanjut sehingga kami bisa menikmati jalan yang baik seperti daerah lain”. Ungkapan Gidion saat dihubungi media ini (19/9/19).

Laporan : Yunus

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum