PWI SBT Kecam Sikap Sekwan dan Anak Buahnya

BULA (MALUKU), MEDIARESTORASI.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seram Bagian Timur mengecam sikap Sekretaris DPRD, Samsudin Lausiry dan salah satu anak buahnya yang melakukan pembatasan peliputan terhadap sejumlah wartawan yang meliput rapat di DPRD setempat pada, Selasa (19/11/2019).

Diketahui, rapat yang digelar DPRD tersebut dalam rangka menyikapi sejumlah masalah, diantaranya aspirasi puluhan sopir truk tentang harga ritasi material dan masalah PHK sejumlah karyawan di salah satu perusahaan minyak di Bula.

Saat rapat Berlangsung, terjadi perdebatan antara salah satu anggota dengan salah satu pimpinan DPRD yang nyaris berujung adu jotos.

Sontak, sejumlah wartawan yang sedang meliput pun mengambil gambar insiden tersebut. Saat pengambilan gambar berlangsung Sekretaris DPRD, Syamsudin Lausiry dan salah satu anak buahnya mendekati wartawan dan menyuruh wartawan menghapus gambar-gambar insiden yang telah diambil itu.

Tidak sekadar dengan lisan, oknum anak buah Sekwan yang diketahui merupakan salah satu kepala bagian di sekretariat DPRD itu, juga meminta wartawan mengahapus gambar dengan sikap menunjuk wartawan serta dengan nada kasar.

Karena itu, pengurus PWI Bula angkat bicara. Mereka mengecam sikap sekretaris DPRD dan oknum anak buahnya yang melakukan pembatasan kepada wartawan saat meliput.

“Kami menyesalkan bahkan mengecam ikap sekretaris DPRD dan oknum bawahannya itu, karena tidak etis dan terkesan membatasi wartawan untuk meliput,” kata Carateker ketua PWI kabupaten SBT, Mansyur Boinauw.

Membatasi wartawan untuk mencari dan memperoleh bahan berita, termasuk dalam bentuk gambar (foto dan video) sama halnya membatasi hak publik untuk memperoleh informasi melalui berita yang dihasilkan oleh wartawan.

“Itu berarti menyimpang dari semangat kebebasan pers sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,”tegasnya.

Apalagi, lanjut Boinauw rapat yang digelar tersebut bersifat terbuka dan permintaan Sekwan dan anak buahnya itu tanpa alasan yang jelas.

“Toh wartawan ada salah apa. Bukannya itu rapat terbuka utk umum. Karena ada kepentingan publik di dalmm rapat itu, makanya wartawan hadir disitu untuk keperluan publikasi,” kata Sekretaris PWI SBT, Abdul Yasin Kelderak yang juga hadir saat rapat tersebut.

Sementara itu, Sekretaris DPRD, Syamsudin Lausiry belum berhasil dikonfirmsi terkait masalah tersebut. (RA)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum