Pemdes dan BPNA Englas Tolak Tempat Hiburan Malam

BULA (MALUKU), Mediarestorasi.com — Pemerintah desa Engglas, kecamatan Bula, kabupaten Seram Bagian Timur beserta Badan Permusyawaratan Negeri Administrasi (BPNA) Englas, menolak rencana dibukannya Tempat Hiburan Malam (THM) di sekitar desa mereka, mengingat akan berdampak buruk bagi warga terutama pelajar.

RENCANA tempat pembangunan THM

Melalui rapat bersama yang digelar di kantor Desa Englas, pada Senin (1/07/2019) malam itu, pemerintah desa Engglas dan BPNA secara tegas menolak rencana di bukanya THM di sekitar desa itu.

“Kami izinkan beliau untuk buka usaha, tapi bukan usaha Cafe karaoke (tempat hiburan malam -red). Kalau Cafe, kami menolak,” kata kepala desa Engglas, Jumadi Maba usai rapat bersama tersebut.

Sikap penolakan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat lokasi tersebut dekat dengan salah satu jalan umum yang sering dilalui warga serta pelajar desa Engglas untuk beraktivitas di kota Bula.

Saat ini rencana pembangunan gedung tempat hiburan tersebut telah sampai pada tahap pembersihan lahan dan salah satu pemilik modal diketahui bernama Bakri Sukijang.

Sebelumnya, salah satu tokoh pemuda desa Engglas. Fitrah Bugis menyayangkan rencana dibukanya tempat hiburan di lokasi itu. Ia pun menolak secara tegas.

“Banyak anak sekolah yang setiap hari lewat di situ. Tolong kepala Pelayanan Satu Pintu (PTSP) melihat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Bakri Sukijang, pemilik modal yang akan membuka usaha di sekitar desa Engglas tersebut saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, ia berencana membuka tempat hiburan, tapi lebih ke tempat hiburan biasa,

“Seperti yang dibikin di Ambon, di Poka itu, “katanya.

Dimintai ketegasannya tentang jenis usaha yang ia rencanakan, Bakri Sukijang menegaskan yang akan ia buka adalah tempat Karaoke semi THM dan menyediakan minuman beralkohol jenis Bir.

“Ya, kalau karaoke mini atau semi itu pasti ada Bir, pasti kita sediakan, Seperti yang di Poka (Ambon) itu, orang mau minum Kopi ya Kopi, orang mau minum Bir, ya Bir Kaleng, orang bernyanyi,” Kata Bakri Sukijang

Kendati begitu, menurutnya untuk memastikan jenis usaha yang akan ia buka serta jenis pelayanannya dapat diketahui setelah usaha itu berjalan.

“Kan Saya bilang, nanti sudah jadi dulu baru lihat, modalnya bagaimana nanti. Izin juga belum ada, belum urus izin dari Pemda, “katanya. (RA)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum