Dilaporkan Wartawan, Sekwan SBT Cs Dicecar Polisi

BULA (MALUKU), MEDIARESTORASI.COM – Sekretaris DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Syamsudin Lausiry dimintai keterangan oleh penyidik di Polres SBT terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Timur, Iptu. La Beli mengatakan, selain meminta keterangan dari Sekwan, pihaknya juga meminta keterangan dari salah satu bawahan Sekwan, yakni Karmila Tuharea.

“Kalau Sekwan dimintai keterangan pada beberapa hari lalu.” Kata Kasat

Sementara yang satunya lanjut dia, (Karmila Tuharea saat ini sementara dimintai keterangan di ruang Unit III,”kata Iptu. La Beli di ruang kerjanya, Selasa (10/12/2019).

Iptu. La Beli mengatakan, setelah meminta keterangan dari Karmila Tuhare, pihaknya akan melaporkan kepada Kapolres SBT, selanjutnya dilakukan gelar perkara. “Kami juga akan meminta penjelasan dari Dewan Pers tentang masalah ini,”kata Iptu. La Beli.

Langkah Polisi tersebut menyusul laporan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten SBT tentang tindakan Sekretaris DPRD SBT, Syamsudin Lausiry dan oknum anak buahnya, Karmila Tuharea terhadap sejumlah wartawan saat rapat gabungan komisi di DPRD SBT, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Sekwan SBT dan anak buahnya itu menyuruh para wartawan untuk menghapus gambar insiden perdebatan salah satu pimpinan DPRD dengan salah satu anggota DPRD.

Tindakan tersebut dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, karena berupaya menghalangi wartawan untuk memberitakan data dan informasi yang diperoleh saat melakukan liputan.

Sebelumnya, Polisi telah meminta keterangan sejumlah wartawan yang menjadi saksi korban, yakni Abdul Yasin Kelderak (Reporter RRI Bula) dan Nuraini Sanaky (Reporter Rakyat Maluku).

Caretaker ketua PWI Seram Bagian Timur, Mansyur Boinauw mengatakan, pihaknya terus mendukung Polres SBT dalam mengusut masalah tersebut hingga tuntas.

” Dan kami akan mengawal proses hukum terhadap masalah ini hingga tuntas,”kata Mansyur Boinauw.

Di tempat yang sama, Sekretaris PWI SBT, Abdul Yasin Kelderak yang merupakan salah satu saksi korban ini mengatakan, , siap memberikan keteranban lagi bila dibutuhkan.

“Kalau butuh saksi lain maka kami juga siap untuk hadirkan. Ada teman-teman yang siap memberikan keterangan sebagai saksi karena mereka juga hadir saat kejadian tersebut “katanya. (***).

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum