Akses Jalan Terputus Akibat Abrasi, Kades Polando Jaya Keluhkan Diskriminasi Pembungunan di Donggala

DONGGALA, MEDIARESTORASI.COM – Masyarakat Desa Polando Jaya Kecamatan Rio Pakava mengeluhkan abrasi yang diakibatkan sungai pasangkayu. Pasalnya, ancaman abrasi ini sudah mulai mendekati pemukiman penduduk.

Abrasi yang diakibatkan luapan air suangai pasangkayu, telah mengikis sejumlah wilayah perkebunan dan pemukiman warga. Selain itu, beberapa akses jalan penghubung antar desa terputus akibat abrasi ini.

Menurut Kepala Desa Polando Jaya, I Ketut Mustika, kepada media ini dilokasi Abrasi, Kamis (19/9/19) mengatakan bahwa, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) masyarakat di dua dusun yakni dusun satu dan dusun dua Desa Polando Jaya terancam apabilah pemerintah tidak memperhatikan kondisi abrasi ini. Ia berharap ada program dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi turun kedesanya untuk mengatasi masalah abrasi tersebut.

Abrasi di Desa Polando Jaya
PHOTO : Kondisi Abrasi di Desa Polando Jaya yang mengancam perkebunan dan pemukimanan warga

“Ada 120 KK yang terancam dari abrasi sungai pasangkayu ini. Termasuk lahan perkebunan warga banyak yang terancam bahkan sudah banyak yang hanyut, serta akses jalan penghubung antar desa juga putus, sehingga mengakibatkan kos tranportasi angkutan hasil bumi masyarakat tinggi. Hal ini mempengaruhi pendapatan petani”. Jelas I Ketut Mustika Kepada Media ini, Dilokasi Abrasi, Kamis, 19 September 2019

Lebih Jauh Mustika Menjelaskan, Abrasi di Desa Polando Jaya, itu sudah sejak limah tahun lalu. Pernah ada program pemerintah yang masuk, namun teknisnya kurang sesuai. “dulu sudah dibuat pelurusan sungai, tapi tidak di ikuti dengan pemasangan batu gaja, sehingga, begitu banjir datang langsung habis, karena hanya mengunakan pasir, jadi tidak kuat. kami saja dengan dana desa menggunankan batu gaja tetap terkikis apalagi yang mengunankan pasir. jadi hasilnya tidak ada bahkan terkesan orientasi proyek saja untuk meraup ke untungan”. Terangnya

Abrasi diesa polando jaya sudah terjadi sejak lama, bahkan menurut kepala desa sudah sekitar 5 tahun. Ia mengaku sudah mengusulkan secara berulang penanganan masalah abrasi di desanya, namun hingga kini belum ada perhatian seriaus dari pemerintah Baik Kabupaten Donggala Maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bahkan Balai.

“Abrasi ini sudah terjadi sejak lama, kurang lebih 5 tahunan. kami sudah berulang mengusulkan, bahkan sudah perna ada tim yang turun melihat langsung kondisi ini, namun hingga sampai hari ini belum ada tanda-tanda kalau akan dikerjakan” Jelasnya

Ia pun berharap pemerintah segerah memberi perhatian karena sudah sangat mengancam. bahkan ia sempat mengeluh atas kurangnya perhatian pemerintah selama ini.

“Kami sepertinya di anak tirikan bahkan terkesan diskrimitif, Karena sangat kecil perhatian pemerintah ke wilayah kami. Kebanyakan pembangunan yang ada di Desa Polando Jaya ini, itu dilakukan secara swuadaya oleh masyarakat. Ya bersyukur ada program dana desa oleh pemerintah pusat sehingga masyarakat sedikit terbantu”. Ungkap Mustika

Terkait Kondisi ini, Hingga berita ini naik tayang pihak pemerintah Kabupaten Donggala, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Balai belum dapat di Konfirmasi untuk di mintai tanggapan.

Laporan : Yunus

 

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum