Wisata Mangrove Setabu Jadi Ikon Baru di Sebatik

NUNUKAN, MEDIARESTORASI.COM – Pembangunan wisata mangrove di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, menjadi ikon baru yang bisa menjadi tujuan destinasi wisata di pulau sebatik wilayah perbatasan.

Kehadiran objek wisata baru ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Harapan warga sejalan dengan keinginan anggota DPRD Kabupaten Nunukan. Saat berkunjung ke lokasi wisata Anggota DPRD dari Partai Hanura, Hamsing, mengatakan, wisata mangrove di Desa Setabu sangat bagus dikembangkan.

“Tempat ini kita akan kembangkan lagi kerana ini mendatangkan penghasilan kepada desa melalui BUMDES yang ada. Selain itu warga juga dapat bekerja diwisata mangrove ini.” Kata Hamsing

Untuk diketahui, setiap pengunjung masuk ke wisata mangrove ada penarikan ditsribusi kepada pengunjung sebesar Rp. 2000 dan di hari-hari besar, pengunjung dikenakan tarif Rp 5000.

Wisata mangrove di Desa Setabu, posisinya sangat strategis karena tepat dipinggir Pantai setabu BAIS.

Menurut Kepala Desa Setabu, Rambli, Pembangunan objek wisata mangrove di Desa Sebatik menelan anggaran Rp. 600 juta rupiah, yang bersumber dari APBD provinsi.

“Wisata mangrove di desa setabu kedepannya akan kita percantik lagi, supaya pengunjung dari luar bisa datang ke Setabu untuk melihat pemandangan laut yang sunggu indah, terutama pada sore hari.

Selain itu, di wisata ini juga kita bisa menemukan berbagai binatang seperti, monyet pekantang dan jenis monyet lainnya.” Ujar Rambli. (Sahabuddin)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum