Penimbun BBM Bersubsidi Mengaku Sebagai Wartawan

BENGKAYANG, MEDIARESTORASI.COM – Pelaku Penimbun BBM Bersubsidi di Kabupaten Bengkayang mengaku sebagai wartawan. Selain itu, pelaku juga mengancam akan mengerahkan pengantri BBM untuk menyerang wartawan.

Pelaku diketahui bernama Gultom, merupakan pengepul BBM Bersubsidi. Saat melakukan lansir BBM ia dipergoki sejumlah wartawan di sebuah SPBU

Di lokasi kejadian Gultom melontarkan ucapan-ucapan yang bernada kasar dengan mengatakan bahwa semua wartawan di kabupaten bengkayang adalah wartawan uang dan wartawan amplop.

“wartawan, berbicara masalah wartawan saya juga wartawan saya juga tau bisik-bisik wartawan itu dikasih uang selesai tidak ada lagi perkara, dan rata-rata wartawan di bengkayang semua wartawan tai,semua wartawan kontet dan wartawan uang,Itulah kebodohan kalian sekolah alang-alang”, Ucap Pengepul lantang Gultom telanjangi Wartawan.

Lanjut Gultom, Kalau saya jadi DPR dan kalau saya jadi Tentara dan Polisi tidak mungkin saya ngantri. Jangan hanya mikir diri sendiri, saya ngantri ini untuk dapat sehari makan sehari, ini harus kita ketemu kalau tidak ketemu payah”, Ucap Gultom pengepul Minyak Bersubsidi

Menanggapi, pernyataan Gultom pengepul BBM bersubsidi ketua KWRI (Komite Wartawan Republik Indonesia) Kalimantan Barat,” mengatakan, dalam konteks ini kita melihat juga wartawan betul atau tidak.

“Kalau dia wartawan betul dia bisa menunjukkan identitasnya tentunya organisasi wartawannya kalau memiliki berarti dia wartawan Bodrex dan kalau dia merasa wartawan benar dia harus menjunjung tinggi undang- undang yang sudah ada,tapi bukan berarti dia harus mengintervensi dan justru kalau kita melihat dari kontek undang-undang itu sudah jelas bahwa kalau kita bicara masalah aturan Migas yang tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2001.jadi dengan itu kalau dia mengintervensi wartawan artinya disitu dia bukan wartawan dan dia juga penghianat undang-undang dan musuh negara.” Jelanya

Lanjut Katua KWRI Kalimantan Barat menegaskan, dalam hal ini aturan undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 barang siapa melawan hukum dan menghalang-halangi wartawan dalam menjalan kan jurnalistik nya penjara 2 Tahun di denda 500.000.000.00 juta”,Tutup Ketua KWRI Kalbar.Ij/tim

(Boni)

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa