Kasus Dugaan Korupsi Alkes RSUD Sintang Belum Ada Kejelasan

PONTIANAK (KALBAR), Mediarestorasi.com – Pasca pengeledahan rumah sakit umum daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang, oleh Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) pada hari Rabu (21/8/2019), lalu, hingga kini belum ada kejelasan.

“Sampai dengan saat ini tersangkanya belum ditetapkan,” ungkap Kasi Penkum Kejati Kalbar Pantja Edy Setiawan, kepada Kabiro Mediarestorasi.com melalui percakapan via telpon seluler, Rabu (11/9/2019), sekitar 09.00 WIB.

Tetapi menurut Pantja, proses hukum terkait pengadaan alat kesehatan (Alkes) rumah sakit umum daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang, terus berjalan. Hanya saja Tim yang menangani kasus tersebut turun lagi ke Putussibau untuk melakukan pemeriksaan 17 saksi dari tersangka Tambul Husin mantan Bupati Kapuas Hulu terkait kasus pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu seluas 21 Ha di Desa Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara, yang pembiayaannya bersumber dari APBD Tahun 2006.

“Proses pengadaan Alkes Rumah Sakit Sintang terus dilanjutkan, cuma belum dilakukan gelar perkara sehingga tersangka kasus korupsi alkes tersebut belum ditetapkan,” jelas Kasi Penkum Kejati Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, kepada Kabiro Mediaiarestorasi.com Kasi Penkum Kejati Kalbar menyampaikan bahwa pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kekurangan personel dalam penanganan kasus tidak pidana korupsi.

“Kita kekurangan personel, sekarang Tim yang menangani kasus Alkes Rumah Sakit Sintang itu turun lagi ke Putussibau,” ungkapnya. (CBH)

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum