Ini Ungkapan Dua Perwakilan DPR RI Atas Keprihatinannya Terhadap Enam Tersangka Karhutla di Sintang

SINTANG (KALBAR), Mediarestorasi.com – Terkait kasus pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Sintang yang membuat enam orang tersangka yang sekarang sedang dalam proses hukum pihak perwakilan anggota DPR RI dari Komisi IV yaitu Krisantus Kurniawan dan Yessy Melania mengemukakan atas keprihatinan mereka akan enam tersangka tersebut.

Setelah mengikuti forum dialog dengan Aliansi Solidaritas Anak Peladang, para mahasiswa serta tokoh masyarakat adat yang dilaksanakan di pendopo Bupati Jumat (29/11/2019, dua orang anggota DPR RI komisi IV pusat yaitu Yessy Melania dari partai Nasdem dan Krisantus Kurniawan dari partai PDI Perjuangan memberikan tanggapan mereka atas kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di bulan Agustus 2019 kemaren.

Menurut mereka regulasi yang sudah disusun belum sepenuhnya terealisasi. Dan menurut Yessy dan Krisantus ini akan menjadi bahan saluran aspirasi masyarakat yang nantinya dibahas dalam sidang paripurna DPR RI pusat. Karena menurut mereka ini akan dikaji terlebih dahulu dalam rapat DPR RI.

“Secara khusus untuk pertemuan kali ini bukan hanya untuk peladang yang ada di Sintang tapi seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai peladang. Saya berharap penegakkan hukum tidak tebang pilih dan tidak mungkin kita melarang peladang untuk bakar lahan,” ungkap Krisantus dalam mengemukakan pendapatnya kepada para awak media.

Lebih lanjut Krisantus menghimbau kepada seluruh aparat penegak hukum agar bersikap arif dan bijaksana dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Saya mau agar peladang-peladang yang menjadi tersangka itu bebas. Segera terbebas dari narapidana. Dalam hal ini dewan adat sudah menyampaikan dari sisi adat dan istiadat sudah disampaikan kepada kami bahwa kearifan lokal itu adalah budaya. Budaya yang merupakan sesuatu dari leluhur kami yang harus kita pelihara dan kita lestarikan,” pesan Krisantus.

Dalam kesempatan ini juga rekan sekerja Krisantus anggota komisi IV dari DPR RI juga yaitu Yessy Melania mengemukakan hal yang sama atas keprihatinannya terhadap enam tersangka yang sedang dalam proses hukum tersebut.

“Ya pada intinya dengan kedatangan kami anggota dari komisi IV adalah bentuk perhatian kami, bentuk kepedulian kami atas persoalan yang dialami masyarakat peladang kita. Terutama hal ini terjadi terhadap tersangka yang sedang dipenjara,” ungkap Yessy.

Yessy juga menambahkan bahwa kasus ini tidak hanya terjadi di Sintang tetapi di Kabupaten Melawi, Sekadau dan Sanggau juga terjadi hal yang sama penduduk ada juga yang ditangkap gara-gara membakar lahan.

“Dan ini menjadi titik fokus kita agar masyarakat yang berladang dengan cara membuka lahan dengan cara dibakar. Dan ini juga menjadi pertanyaan kita semua dan ini juga kita akan kawal pada komisi IV untuk mendorong regulasi yang sekiranya relevan dengan masyarakat kita di daerah,” pesan Yessy juga saat diwawancarai oleh para awak media.

Menurut Yessy juga menjelaskan bahwa undang-undang regulasi itu tidak boleh tajam ke bawah tetapi tumpul diatas.

“Karena Indonesia tidak hanya Papua terapi Kalimantan dan Kalimantan Barat khususnya Sintang sebagai jantung Indonesia. Dan ini harus kita jaga bersama,” tambah Yessy.

Yessy juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan eksekutif dan legislatif dalam pembahasan kasus ini dan juga pihaknya juga ingin menemui enam orang tersangka tersebut. Sehingga persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut. (CBH)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum