DAYAK PUNAN SUKU MISTERIUS DI RIMBA KALIMANTAN

MEDIARESTORASI.COM – Ribuan suku yang mendiami bumi nusantara indonesia menjadi bukti sejarah bahwa ada banyak kelompok masyarakat yang hidup dalam tradisi dan kebudayaan masing-masing. Salah satunya Suku Dayak Punan, yang regenerasinya kini tidak terdengar lagi

Konon, orang Punan jaman dahulu sangat ditakuti oleh suku Dayak lainnya, karena mampu berperang dengan baik. Sebagai “pemburu kepala” atau “ngayau” (dalam bahasa Inggris diistilahkan head hunter).

Orang Punan sangat ditakuti karena merupakan suku yang berani dan berilmu tinggi dan ahlih memenggal serta memakan hati dan isi perut lawannya. Dan hal itu  adalah hal yang lumrah mereka lakukan.

Selain sebagai suku yang handal berperang (dan tentunya dengan cara memenggal kepala lawannya), orang Punan juga dikenal merupakan pencari jejak (treckking) terbaik di alam.

Jika banyak masyarakat desa yang tersesat atau kehilangan anggota keluarga di dalam hutan, biasanya msyarakat memanggil orang Punan meminta bantuan untuk mencarinya. Imbalannya, sangat sederhana, mereka hanya meminta garam atau tembakau atau barang-barang kebutuhan sehari-hari. Sungguh menakjubkan, bukan!

Cara berpakaian orang Punan, sebagian beasr masih memanfaatkan kulit kayu dengan berbagai aksesoris hiasan seperti dari manik-manik dan dikepala mereka terikat kain layaknya sorban orang arab dengan hiasan layaknya kepala macan atau harimau. Kebiasaan memakan sirih juga menjadi ciri mereka.

Konon, orang Punan mampu berjalan dengan mudah diantara dahan-dahan pohon. Bahkan sebagian tidak menjejak di tanah, karena kelebihan ilmu gaib dan kemampuannya beradaptasi dengan hutan sebagai alamnya.

Bahkan ada yang menyebut, bahwa orang Punan tidak makan garam sehingga tubuh mereka sehat, ringan dan lincah menerobos rimbunan pepohonan. (Tim)

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum