Akibat Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan di Pontianak Gagal Landing

PONTIANAK (KALBAR), Mediarestorasi.com – Sejumlah penerbangan gagal landing di Bandara Pontianak, akibat kabut asap yang tebal. Selain itu masyarakat juga sudah mulai terserang penyakit asma lantaran asap tak pernah berkurang

Hal tersebut terungkap dalam Konferensi Press yang di gelar Polda Kalbar, terkait perkembangan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat. Conference dipimpin langsung Kapolda Kalbar, Ierjen Pol. Didi Haryono, Rabu, (10/9/2019) di Mapolda Kalbar.

“Beberapa penerbangan di Supadio Pontianak gagal landing akibat kabut asap yang tebal, yang mempengaruhi jarak pandang pilot.”. Jelasnya

Kapolda juga menjelaskan bahwa, Akibat kabut asap ini, selain mengganggu lalulintas penerbangan juga berpengaruh pada perekonomian dan kesehatan masyarakat.

“Karhutla ini sangat merugikan kesehatan dan perputaran perekonomian di kalbar. Oleh karena itu kita harus bersama-sama menjaga terjadinya Karhutla yang semakin besar” unkapnya.

Untuk diketahui,  sudah ada sekitar 50 kasus karhutla yang di tangani Polda Kalbar dan telah menetapkan 58 orang yang diduga  sebagai sepelaku.

Dari 50 kasus itu, dengan tersangka 58 orang yang diduga pelaku pembakaran hutan dan lahan, didominasi oleh pelaku perorangan dan ada dua pelaku dari korporasi.

Penegakan hukum terhadap pelaku ini didasarkan pada tiga payung hukum, yakni pertama, tentang lingkungan hidup, Undang undang Perkebunan dan Kehutanan dan Peraturan Gubernur, di mana sanksi yang paling rendah 3 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar, sementara paling tinggi 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

 

Editor/Penyunting : Yunus

Sumber: Siaran Pers Humas Polda Kalbar

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum