Lagi Lagi M1 Muncul dan Menipu Warga Sebatik, Masjidil Harus Bertangung Jawab !!!

Sebatik (Kaltara), Mediarestorasi.com – Lagi –  lagi kembali terjadi di kabupaten Nunukan, M1 (M-one) yang biasa di kenal di daerah Jawa Seperti Jakarta UN Swisindo kembali menipu masyarakat sebatik dengan uang senilai milyaran rupiah

Tak sedikit masyarkat Kecamatan Sebatik Kabupaten Nununkan Provinsi Kalimantan Utara Keluhkan terkait M1 karna dana mereka tak kunjung cair

Pada saat di komfirmasi warga as mengatakan, saya memasukan dana senilai 70 Jt untuk bergabunfi M – 1 ini karena awal mulanya kelihatan menjanjikan, dari dana tersebut 70 jt itu bias ada bunganya

“ tetapi beberapa bulan kemudian kabar dari dana yang saya masukan untuk investasi ini malah tidak ada kabar dari Pak masjidil, saya pun sudah resah karena saya di tagih oleh salah satu kolektor Bank yang ada di sebatik,  karna saya meminjam uang untuk memasukan dana di M-1 sesuai ajakan dari Pak masjidil|” Kata masyarakat yang tidak ingin di sebutkan namanya  kepada mediarestorasi.com selasa (13/11/18)

Beberapa bekal informasi, baik melalui masyarakat maupun berselancar di jejaring internet sudah dikantongi sebagai bahan percakapan. Anehnya hanya sedikit sekali media siber yang memandang positif dari kelompok organisasi yang mengaku sudah mengantongi uang sebesar Rp 4.500 triliun untuk kemaslahatan warga tersebut.

M1 di Sebatik menjadi malapetaka kepada warga yang melaburkan uangnya kepada pengurus atau sekadar member  yang ada di Kecamatan Sebatik Masjidil.S.PD.I.MM. yang di percayakan atau yang bertanggung jawab tentang penyebaran M-1 pada Masyrakat.

Masyarakat pun bertanya – Tanya, Dalam penuh tanda tanya kemana uang mereka? dan di apakan uang mereka? yang di berikan pada sejumlah warga sebatik kepada MASJIDIL.S.PD.I.MM. selaku member yang meramaikan M-1 ini pada masyarakat belum juga kelihatan dan pencarian para member dan ini sangat merugikan masyarakat

“Kami sangat khawatir dan resah terkait uang kami yang belum ada kembali, kami memberikan dana bukan uang sedikit, kami masukan dana sampai ratusan juta dan masih banyak lagi orang yg di rugikan, hal ini kami memita masjidil agar bias mengembalikan uang kami dalam minggu ini kalau tidak kita akan melaporkan pihak yang berwajib”Pungkas As.

Hal ini Pihak Mediarestorasi.com selaku pengawasan keluhan masyarakat yang ada di sebatik tim pun turun langsung untuk meminta keterangan dan informasi terkait uang masyarakat, pada saat ditemui di kantornya yang beralamat di Jl Ahmad Yani Rt 05 Desa S. Pancang Sebatik Masjidil Selaku Penangung jawab M1 Sebtik tidak memiliki kartu identitas atau kartu anggota

Saat di komfirmasi Masjidil mengatakan dia perna ke jakarta untuk buat pertemuan bersama direktur M1 ini yang bernama DADENG HIDAYAT dan juga selaku komisaris pengurus M1 YUNUN YOSPIA mantan mentri penerangan di jakarta.

“Saya Bertemu di Jakarta dalam pertemuan tersebut  bahkan ada nama seorang USTAT LUTFI yang beralamat di nunukan selaku member saya yang di temani ke jakarta untuk buat pertemuan disana, namun pertemuan itu di adakan di Mesjid ISTIQLAL jakarta  pusat tapi bukan di kantor M1. ini beberapa korban sudah mulai curiga M1 ini sudah tidak jelas lagi, dan bisa dikatakan abal abal M1 ini , ratusan masyrakat yang menyimpangkan dananya ke perusahaan ini yang tidak ada kantor di Jakarta” unkap Masjidil Selaku Kepercayaan M1

“Mustamin selaku penjual ikan telah mengirim / Mentransper Melalui Rekening Bank uang pada M1 Sekitar Rp. 200.000.000 Terbilang “Dua Ratus juta rupiah”, Tak Hanya Mustamin Tapi  anak Kepala Desa Sungai Pancang tertipu juga tentang M1 ini dan menyerahkan uang Tunai sebesar Rp. 100.000.000,- Terbilang “Seratus Juta Rupiah” Pada anak Hj. Bungatan selaku member juga di sebatik” Ungkap Mustamin

Dengan ini Selaku Kepala Desa Sungai Pancang Terkait Anaknya menjadi korban, Kami akan menuntut tegas terkait MODUS M-1 ini Masyarkat akan bertindak tegas kepada Masjidil Terkait penipuan kepada masyarakat sebatik.

“Mereka tertipu tentang penyebaran M1 ini yang di jalankan Masjidil yang tidak ada kejelasan tentang uang yang mereka serahkan bagaimana dan siapa yang perlu bertanggung jawab kerana warga hanya tau Bapak Masjidil, korban M1 sangat harapkan agar pihak yang berwajib bisa masuk dalam masalah kasus penipuan M1 ini”. Tutup Yahya (Sahabudin)

Editor : Marjianto (JAY)

Bagikan:

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa