KAPITAN SULTRA DEMO 3 Perusahan Tambang yaitu PT.Integra dan PT.PBI serta PT. Golindo

KENDARI (SULTRA) Mediarestorasi.com –Pertambangan pada hakikatnya merupakan aktivitas seyogyanya bertujuan untuk menggenjot perekonomian dan kemakmuran sebesar-besarnya untuk Masyarakat dimana kendati,demikian harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu berdasarkan regulasi yang menyangkut pertambangan pada faktanya pertambangan justru Bermasalah sehubungan dengan regulasi yang di maksud

ironisnya pertambangan yang bermasalah tersebut merupakan persoalan yang terjadi di provinsi sulawesi tenngara.

Menurut Asrul Selaku jenderal lapangan Mengatakan persoalan ini sebenarnya tidak terlepas dari dinas-dinas terkait yang kami duga melakukan pembiaran aktivitas pertambangan yang bermasalah bahkan di duga keras aktivitas -aktivitas pertambangan tersebut sudah merujuk pada ilegal mining diantara perusahan tambang yang kami duga bermasalah tersebut.”Tuturnya.

Sementara Menurut massa aksi Yaitu Perusahaan PT. Golindo melakukan aktivitas operasi tanpa memiliki surat perintah kerja (SPK) dan PT Tristako mineral makmur (TMM) di duga melalukan aktivitas dilahan cela yang masuk hutan produksi terbatas (HPT) tanpa adanya Izin IPPKH dan di duga melakukan perpindahan aktivitas pertambangan tanpa mengantongi IUP di lahan yang tidak aktif.”Bebernya.

Untuk itu PT.PBI pertambangan Bumi indonsia kami duga belum memiliki izin seperti izin lintas dari BKSDA Sultra,dan Izin lokasi pelabuhan khusus serta izin operasi.

Lanjut massa aksi berdasarkan klarifikasi kami PT.PBI di duga masih melakukan aktivitas pertambangan tanpa adanya evaluasi izin yang seharusnya perlu evaluasi izin per 5 tahun di antaranya izin pemantapan lokasi terminal khusus pertambangan no KP 465 tahun 2010 izin terminal khusus No BX 516/PP 008 dan izin operasi pelabuhan terminal khusus no KP 604 tahun 2013

Kapitan Sultra juga menduga menyewakan pelabuhan tersus kepada perusahan pertambangan lainnya dalam proses bongkar muat hal ini menyalahi ketentuan permenhub no 20 tahun 2017 di sertai aktivitas pertambangan tanpa SKV

PT.Integra Mining Nusantara di duga belum membayar dana jaminan reklamasi PT.Integra Mining Nusantara juga di duga keras melakukan aktivitas bongkar muat ore nikel diterminal khusus jety tanpa izin pembangunan lokasi dan izin operasi serta amdal

berdasarkan permasalahan ini patut di duga perusahan ini melakukan aktivitas pertambangan dan jalan holing di kawasan hutan lindung.”Jelas Kapitan sultra melalui pernyataan sikapnya.

Dalam Orasinya Kapitan Sultra meminta :
1 Dinas Esdm Sultra segera evaluasi monitoring dan menutup pertambangan yang bermasalah

2.Dinas kehutanan sultra untuk tindak tegas PT.Golindo dan PT.Integra Mining Nusantara yang di duga merambah kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas (HPT)serta kami minta

3.Dinas Perhubungan sultra untuk membuat rekomondasi ke kementerian perhubungan atas dugaan gerak olah tambang PT.PBI dan PT.Integra Mining Nusantara yang di duga menyalahi Undang-Undang nomor 17 tahun 2008 Tentang pelayaran serta permenhub nomor 20 tahun 2017 tentang terminal khusus dan TUKS.

massa aksi usai berorasi di Dinas ESDM dan Dinas Kehutan Para pendemo lanjut ke kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara,tayangx berita ini pihak Perusahan belum sempat di komfirmasi.

(Sultan)

Bagikan: