Plt. Desa Bontoparang Laporkan AMBAKI Ke Polres Takalar, Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

TAKALAR (SULSEL), Mediarestorasi.com – Plt. Desa Bontoparang Arsad Ewa akan melaporkan Aliansi Masyarakat Botoparang Anti Korupsi (AMBAKI) ke Polres Takalar, terkait dugaan pencemaran nama baik. Hal tersebut disampaikan Arsad kepada mediarestorasi.com (7/01/19) kemarin

Sebelummnya, Aliansi Masyarakat Botoparang Anti Korupsi (AMBAKI) melaporkan Arsad Ewa Plt. Desa Bontoparang terkait penggunaan dana desa desa Bontoparang Kecamatan Marbo, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. Dalam aduanya AMBAKI melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan handsprayer, jalan rabat beton, jalan sirtu, dan pengadaan sumur bor.

Tak terima dirinya dilapoknan, Plt. Desa Bontoparang Arsad Ewa akan melaporkan balik AMBAKI ke Polres Takalar, dengan tuntutan pencemaran nama baik.

Arsad Ewa mengungkapkan bahwa, laporan AMBAKI adalah  fitnah dan pencemaran nama baik. “Karena selama saya jadi plt di desa bontoparang, saya selalu transparan, dan setiap melakukan kegiatan sebelumnya dimusyawarahkan terlebih dahulu di kantor desa dan melibatkan semua pihak, baik dari BPD, TPK, Kadus, Lpm, Bimmas, Babinsa, Pendamping Desa dan tokoh masyarakat.” Jelas Arsad

Dok mesin sumur bor yg di bagikan di bagikan di kantor desa

Kita tidak perna jalan sendiri-sendiri lanjut dia, semua kita libatkan. Baik dari BPD, TPK, Kadus, LPM, Bimmas, Babinsa, Pendamping Desa dan tokoh masyarakat. Semua mmeonitoring kegiatan yang kita laksanakan. Seperti, pembagian 21 unit hendspayer di bagikan di kantor desa, di dampingi masing masing kepala dusunnya di sertai berita acara dan foto dokumentasi, kalau yang 80 unit sudah di bagikan oleh mantan kepala desa dan dananya di cairkan tgl 14 dan 18 mei 2018, sementara saya menjabat plt. tgl 21 mei 2018 bagaimana dananya saya korupsi, ungkapnya 7/01/19

Dok: penyerahan hendplayer 21 unit yg di bagikan di kantor desa

Sama dengan rabat beton lanjutnya lagi yang di protes tidak di bongkar pevingnya sedangkan di dalam  RAB tidak ada biaya pembongkaran dan pekerjaan ini murni di kerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat. Sama dengan jalan sirtu, semua dikerjakan oleh TPK sementara saya selaku plt tidak pernah mengurusi secara teknis karena sudah diserahkan kepada  (TPK) pekerjaannya, kalau di anggap tidak sesuai RAB, berarti TPK nya sendiri yang bertanggungjawab dan pelapor 2 orang anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yaitu Abu Nojeng dan Daeng nyallang.

Dok: pekerjaan rabat jalan beton

Sementara pengadaan sumur bor berdasarkn KTP dan SPPT penerima dan lokasi pengeboran berada dalam wilayah desa Bontoparang dan di dampingi masing masing kepala dusunnya.

Dok: pekerjaan jalan sirtu

Jadi semua laporan AMBAKI itu fitnah dan pencemaran nama baik saya, karena semua yang di laporkan tidak benar,  waktu dekat ini kami ambil akan langkah hukum dan melaporkan ke polres,

“Insyaallah dalam waktu dekat ini, kami akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan ke polisi, dengan tuduhan membuat laporan palsu, dan pencemaran nama baik, ini tidak boleh dibiarkan terus”. Tutup Arsad Ewa. (Arsyadleo)

Bagikan: