Terkejut, rasa tidak percaya, jatuh pinsan saat mengetahui angggota keluarganya yang wafat.

Tanjung Selor, Mediarestorasi.com –   tragedi mengkisahkan trauma yang mendalam. Korban berjatuhan bukan kali pertama terjadi. Terdata  dua hingga empat kali dalam setahun.

Terkejut, rasa tidak percaya, jatuh pinsan saat mengetahui angggota keluarganya yang wafat. Ketika sadar, iya melihat jenasah kedua anaknya, Felisa (Pr) Natasya (Pr) diselimuti kain kafan, isapan tangis seorang ibu terus-menerus mengguyur air mata dipipihnya tanpa henti, tanpa pamri, sedih yang sangat mengharukan. Sang ibu-pun mengamuk, merontah, teriak, menjerit dan tampak tidak percaya bahwa inilah kenyataan yang terjadi, tidak dapat menyembunyikan kesedihan hati yang mendalam.
“Aku tak percaya engkau pergi meninggalkan kami secepat ini. Innalillahi wainnailahi rajiun, Ya Allah maha pengasih lagi maha penyayang apunilah kedua anak kami serta saudara-sedarah kami yang lain.”

Awal mula keberangkatan sang ibu menyisihkan beberapa kalimat kepada anaknya. “Anakku hati-hati dijalan,semoga sampai tujuan,bayak berdoa yah nak.

Kedua anak menjawab, iya ibu,kami selalu berdoa disetiap langkahku. Allah Swt selalu menjagaku, jika terjadi sesuai, itu karena kehendak Allah Swt Dan jika aku kembali dengan selamat itupun karena kehendak Allah Shubahana Wataalah, Assalamu Alaikum.

Wanita yang disapa Sinta itu tak lain adalah orangtua dari dua anak yang menjadi korban penumpang sped Anugerah tujuan tanjung selor-tarakan.

Begitupun senak saudara sebagian korban yang berada diRumah Sakit RSD Soemarno Sosroatmodjo tanjung selor,bulungan (Kaltara) yang di evakuasi menampakkan kesedihan.

Kronologis kejadian tersebut, yang dimotorisi oleh Sdr. Amir, pada saat sped berangkat dari pelabuhan kayan 2 Tanjung Selor menuju tarakan,Senin (01/01/2018) pukul 08.15 wita, disekitar lap. Futsal breezy sabanar lama. Tiba-tiba Sped menabrak sebuah batang/kayu.

Saat itu, penumpang mendengar bunyi benturan,secara tiba-tiba sped mengalami oleng ke sebelah kanan dan para penumpang panik sehingga sped kemasukan air dan langsung terbalik. informasi saat ini terdata delapan (8) orang meninggal dunia termasuk dewasa dana anak-anak satu bayi.  Lima puluh satu (51) dari dewasa, remaja dan anak-anak dikabarkan selamat. Selanjutnya pihak terkait akan melanjutkan pencarian korban berikutnya dua sepekan.

Atas kejadian tersebut, Wakil gubernur  H. Udin Hianggio, B.Sc. yang hendak berangkat dari tanjung solor ke nunukan dengan kapal yang sama tertunda. Beliau nampak bersedih menyaksikan korban berjatuhan diRSU.
“Akan ada tindak lanjut ke dinas perhubungan melibatkan pihak terkait untuk membahas masalah teknis yang terjadi. Kami berharap masyarakat yang menjadi korban musibah  tabah dan tawakkal diberi ketabahan dan kesabaran hati.” Ucap, Wagub saat diwawancara awak media restorasi indonesia saat itu berada didalam rumah sakit RSUD,(SUL).

Bagikan: