Tak Milik Dokumen, 117 WNI di Deportasi Pemerintah Malasyia

 

NUNUKAN (KALTRA), Mediarestorasi.com – Pemerintah Raja Malaysia mendeportasi 117 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tawau Sabah Malaysia, karena bermasalah dan tak memiliki dokumen resmi (Ilegal).

Ke 117 WNI tersebut dipulangkan ke indonesia melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara,  dengan menggunakan Kapal KM. MID East Express, pada hari Kamis, 11 Juli 2019, Pukul 17.00 WITA, Kemarin

Dari keseluruhan WNI yang di deportasi Ada pun Jumlah WNI yang di deportasi terdapat
Laki-laki : 88 Orang, Perempuan : 28 Orang dan Anak-anak : 01 Orang.

Oleh Pemerintah Malaysia, 117 WNI ini didapat melakukan sejumlah pelanggaran hukum, Muali dari palanggaran Keimigrasian, Narkoba dan pelanggaran hukum lainnya. Dirincikan untuk Kasus Keimigrasian ada 78 orang, untuk kasus Narkoba ada 36 orang dan kriminal lainnya ada 3 orang.

Dari hasil pendalaman petugas Imigrasi Kelas II Nunukan, diperoleh beberapa keterangan tentang jalur yang digunakan oleh para Pekerja Migran ini, keluar dari wilayah Indonesia dengan secara ilegal. Diantaranya, melalui Pelabuhan tradisional Sungai Nyamuk, Sebatik, Pelabuhan tradisional Aji Kuning, Sebatik, Pelabuhan tradisional Sungai Bolong.

Selain itu, ada beberapa yang memang Lahir & Besar Di Malaysia, tidak pernah keluar dari Malaysia sejak lahir & tidak pernah mengurus atau memiliki dokumen keimigrasian.  Bahkan ada (8 orang tidak dapat mengingat karena dibawa orang tua sejak kecil ke tawau.

Dari keterangan para deportan ini juga, di dapatkan informasi bawah mereka ke tawau rata-rata bekerja sebagai buruh bangunan, buruh perkebunan sawit, buruh pabrik kayu, buruh pabrik kertas, nelayan, buruh pasar, karyawan toko, karyawan salon, Ibu rumah tangga dan sebagai asisten rumah tangga. Beberapa juga berusaha sendiri seperti berkebun, petani, nelayan dan profesi lainnya.

Setelah dilakukan pendataan terhadap Deportan, Imigrasi menyerahkan ke Satgas BP3TKI yang juga didampingi oleh Kepolisian KSKP Nunukan, untuk di bawa ke penampungan rusunawa Sedadap, untuk dilakukan pendataan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing. (Sahabuddin)

Bagikan:

Yunus Suparlin

Lahir di Sipulung, 02 Januari 1980. Pendidikan, Strata 1 Ilmu Hukum