Objek Wisata Putra Tunggal Diduga Tak Miliki Izin dan Abaikan Standar Keselamatan

NUNUKAN (Kaltara), Mediarestorasi.com – Kasus meninggalnya bocah berusia 5 tahun di kolam wisata “Putra Tunggal” saat liburan Idul Fitri 1440 H di pulau Sebatik Nunukan Kalimantan Utara kini menjadi sorotan publik.

Bukan hanya karena adanya peritiwa naas terjadi di objek wisata tersebut, melainkan Permandian Kolam Wisata Putra Tunggal, juga diduga tak memiliki legalitas.

Berdasarkan keterangan dari kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Juni Mardiansyah, mengatakan bahwa, untuk membuka kolam renang tujuan wisata butuh legalitas jelas dengan standar keselamatan, aspek kesehatan dengan memperhatikan filter air yang memang harus menjadi prioritas dan memenuhi standar operasi.

“Permandian Wisata Putra Tunggal yang ada disebatik, hanya memiliki IMB bangunan. Tidak ada izin usaha bidang pariwisata,Kita belum pernah menerima tanda daftar usaha pariwisata dari pengelola,”ujar Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Juni Mardiansyah, Jumat (14/06/2019).

Kolam dengan kondisi tak layak operasi karena tak dilengkapi izin ini, memang menjadi pertanyaan. Kerana aktifitas wisata ditempat ini sudah berlangsung, namun tak memiliki standard kelayakan.

Berdasarkan Undang-Undang No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa, pembangunan objek wisata dengan memperhatikan sejumlah hal, yakni di antaranya adalah : Kemampuan untuk mendorong peningkatan ekonomi dan sosial budaya, nilai-nilai agama, adat istiadat lokal, kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup, serta kelangsungan usaha pariwisata itu sendiri..

Untuk Usaha Pariwisata Menurut Juni Mardiasyah, memang wajib memiliki Izin. “Setiap usah, apapun itu, termasuk usaha pariwisata memang wajib memiliki Izin usaha. Karena itu di atur dalam undang-undang.” kata Juni.

Sekedar diingatkan bahwa, pada tanggal 9 Juni lalu, di Kolam Wisata Putra Tungggal terjadi musibah tenggalmnya seorang boca berumur 5 tahun (Akil) karena terjatu ke kolam permandian orang dewasa. Musibah ini terjadi diduga adanya kelalaian dari pihak pengelolah, karena lemahnya pengamanan. (Sahabuddin)

Bagikan:

mediarestorasi

Bergerak Bersama Membangun Bangsa